Dukung Gerakan ASRI, Berbagai Komunitas Gelar Aksi Bersih Sungai Bantul di Jejeran
Berbagai komunitas di Bantul bersatu padu dalam Aksi Bersih Sungai Bantul di aliran Sungai Belik, Jejeran. Kegiatan ini wujud dukungan terhadap Gerakan ASRI instruksi Presiden Prabowo.
Berbagai komunitas masyarakat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu, 29 Maret 2026, menggelar aksi bersih di sekitar aliran Sungai Belik, Jejeran. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah, Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Aksi Bersih Sungai Bantul ini tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga kebersihan.
Koordinator Kegiatan Indonesia ASRI, Eko Wiyatmo Bony, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Presiden mengimbau masyarakat untuk aktif terlibat dalam Gerakan Indonesia ASRI demi lingkungan yang lebih baik. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi bukti komitmen warga Bantul dalam mendukung program nasional tersebut.
Aksi bersih sungai ini melibatkan beragam elemen masyarakat, termasuk BTA Nusantara, Laskar Arafat, Cah Suag, Merkade, Macan Kecil Jogja, dan GMX. Partisipasi aktif dari berbagai komunitas serta warga sekitar Jejeran menunjukkan kepedulian kolektif terhadap kebersihan lingkungan sungai.
Dukungan Penuh untuk Gerakan Indonesia ASRI
Eko Wiyatmo Bony menjelaskan bahwa Aksi Bersih Sungai Bantul ini merupakan respons langsung terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto. Instruksi tersebut menekankan pentingnya membimbing masyarakat untuk melaksanakan Gerakan Indonesia ASRI. Komunitas di Bantul berupaya membuktikan ketaatan dan dukungan penuh terhadap visi kepemimpinan nasional.
Kegiatan ini secara spesifik berfokus pada pembersihan aliran Sungai Belik yang melintasi wilayah Jejeran. Harapannya, dengan membersihkan sampah dan material penyumbat, potensi terjadinya banjir dapat diminimalisir secara signifikan. Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana partisipasi aktif masyarakat dapat berkontribusi pada program lingkungan berskala nasional.
Para peserta aksi bersih sungai ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka bekerja sama membersihkan berbagai jenis sampah yang dapat mengganggu kelancaran aliran air. Upaya kolektif ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Komitmen Komunitas dan Pencegahan Bencana
Aksi bersih sungai di Bantul ini melibatkan sejumlah komunitas lokal yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. BTA Nusantara, Laskar Arafat, Cah Suag, Merkade, Macan Kecil Jogja, dan GMX adalah beberapa di antaranya. Kehadiran mereka membuktikan bahwa organisasi masyarakat di Yogyakarta dan Bantul bukan hanya perkumpulan perusuh, melainkan entitas yang mampu memberikan manfaat nyata.
Salah satu tujuan utama dari Aksi Bersih Sungai Bantul ini adalah mencegah terjadinya banjir. Berdasarkan pantauan komunitas, banyak dahan, ranting, dan pohon yang tumbuh di tengah sungai dan berpotensi menyumbat aliran air. Pembersihan material-material ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus sungai, terutama saat musim hujan.
Partisipasi aktif masyarakat sekitar Jejeran juga menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Mereka ingin menunjukkan komitmen untuk taat dan melaksanakan instruksi Presiden dalam Gerakan ASRI. Dengan menjaga kebersihan sungai, mereka berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga.
Edukasi dan Ajakan Menjaga Lingkungan
Selain kegiatan fisik membersihkan sungai, aksi ini juga menjadi ajang kampanye Gerakan Indonesia ASRI kepada masyarakat luas. Eko Wiyatmo Bony secara khusus mengimbau warga Bantul, terutama di sekitar Jejeran, untuk tidak membuang sampah di sungai. Praktik buruk ini tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga menjadi pemicu utama banjir.
Eko Wiyatmo Bony menyoroti kurangnya kesadaran sebagian warga Bantul dalam menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, melalui Aksi Bersih Sungai Bantul ini, ia meminta warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Edukasi ini penting untuk menumbuhkan kebiasaan baik dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pesan moral "kebersihan adalah sebagian dari iman" juga disampaikan dalam kegiatan ini. Imbauan ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan, baik untuk kepentingan diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Dengan demikian, manfaat dari Aksi Bersih Sungai Bantul ini tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif.
Sumber: AntaraNews