Menteri Lingkungan Hidup Dorong Gerakan Indonesia Asri Jadi Rutinitas Mingguan
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyerukan Gerakan Indonesia Asri dilaksanakan rutin setiap pekan di seluruh daerah untuk mengatasi tantangan sampah nasional dan wujudkan lingkungan bersih.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mendorong Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) agar menjadi rutinitas yang dilaksanakan setiap pekan di seluruh daerah. Seruan ini disampaikan usai memimpin apel dan gotong royong dalam aksi bersih-bersih di kawasan Danau Sipin, Telanaipura, Kota Jambi, pada Sabtu (11/4/2026).
Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa gerakan ini tidak boleh hanya bersifat seremonial. Sebaliknya, Gerakan Indonesia Asri harus diwujudkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan dengan pelaksanaan kegiatan bersih lingkungan secara rutin minimal satu kali dalam sepekan di setiap daerah.
Gerakan Indonesia Asri merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan kesadaran kolektif masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama penentu keberhasilan program tersebut.
Tantangan Serius Pengelolaan Sampah Nasional
Persoalan sampah di Indonesia masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan terpadu. Dibutuhkan langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengurangi dan mengelola volume sampah yang mencapai ratusan ribu ton per hari secara efektif.
Pengelolaan sampah secara nasional masih menghadapi rintangan signifikan. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu ton dari total 141 ribu ton sampah per hari di Indonesia dapat diolah. Target ini akan dicapai melalui program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WTE) sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 ini telah resmi terbit dan bertujuan untuk mengatasi kedaruratan sampah nasional. Regulasi ini melihat sampah bukan lagi sekadar beban lingkungan, melainkan sumber daya energi terbarukan yang dapat diolah menjadi listrik, biogas, biofuel, dan produk turunan lainnya dengan teknologi ramah lingkungan.
Teknologi Waste to Energy dan Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah terus mendorong penerapan teknologi pengelolaan sampah, seperti WTE, guna mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA). Teknologi ini juga bertujuan untuk menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup mengapresiasi enam kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang telah menghentikan praktik pembuangan terbuka (open dumping). Ia juga mendorong lima daerah lainnya untuk segera bertransformasi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Pengolahan sampah menjadi energi terbarukan ini merupakan langkah nyata menuju transformasi sistem pengelolaan sampah nasional yang berbasis teknologi ramah lingkungan. Hal ini penting untuk memastikan timbulan sampah di daerah dapat diolah sesuai kaidah lingkungan yang baik.
Inovasi Lokal dan Komitmen Pemerintah Daerah
Gubernur Jambi Al Haris berkomitmen penuh dalam mendukung kebijakan nasional terkait pengelolaan sampah. Ini termasuk percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di wilayahnya.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyatakan Pemerintah Kota Jambi mengoptimalkan pengelolaan sampah dari hulu melalui program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM). Program ini menargetkan 250 ribu rumah tangga dan didukung penegakan regulasi penghapusan TPS liar.
Pemerintah Kota Jambi juga mengembangkan berbagai inovasi seperti Refuse Derived Fuel (RDF), budidaya maggot, pupuk cair, serta persiapan pembangunan fasilitas WTE. Program OPBM ini diharapkan menjadi langkah strategis menuju kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews