Rutan Mentok Bentuk Kampung Binaan, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Layanan Masyarakat
Rutan Mentok membentuk kampung binaan di Tegalrejo, Mentok, untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memperluas layanan sosial hingga kesehatan bagi warga sekitar.
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Mentok di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini menginisiasi pembentukan kampung binaan. Langkah strategis ini bertujuan untuk menguatkan kerja sama dengan warga sekitar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kepala Rutan Kelas II B Mentok, Andri Ferly, menjelaskan bahwa inisiatif ini akan diperluas ke berbagai kegiatan. Pihaknya ingin Rutan Mentok dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat sekitar, tidak hanya terbatas pada aspek keamanan.
Sebagai wujud komitmen, Rutan Mentok telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan warga Kampung Tegalrejo, Mentok. Kesepakatan ini difokuskan pada sinergi pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya di bidang keamanan lingkungan.
Sinergi Rutan Mentok dan Warga Perkuat Kamtibmas
Pembentukan kampung binaan ini merupakan salah satu langkah strategis Rutan Mentok dalam membangun hubungan harmonis dengan warga sekitar. Melalui kerja sama ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin kuat dan baik antara pegawai rutan dan masyarakat. Sinergisitas antara Rutan Mentok dan warga menjadi kunci penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di lingkungan sekitar.
Ketua RW 05 Kampung Tegalrejo, Romiyadi, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan warganya untuk menjadi mitra. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya akan berfokus pada sektor kamtibmas. Ada potensi untuk mengembangkan kegiatan bersama lainnya yang bermanfaat bagi komunitas.
Sebagai langkah awal, perjanjian kerja sama memang masih dikhususkan pada sinergi pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama di bidang keamanan lingkungan. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan tercipta komunikasi yang lebih intensif dan responsif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Perluasan Layanan Sosial dan Kesehatan Melalui Rutan Mentok Kampung Binaan
Selain memperkuat kamtibmas, Kepala Rutan Andri Ferly juga mengungkapkan rencana pengembangan sinergisitas ke kegiatan sosial dan kesehatan. Pihaknya ingin Rutan Mentok bisa memberikan manfaat yang lebih luas untuk masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan yang sama, Rutan Mentok turut menyosialisasikan keberadaan Klinik Pratama Armelia. Klinik ini sudah mulai membuka praktik pelayanan kesehatan untuk warga umum, beroperasi mulai siang hingga malam hari.
Klinik Armelia, yang berada di lingkungan Rutan Mentok, kini tidak hanya melayani warga binaan pemasyarakatan. Klinik ini juga siap melayani warga umum, bahkan pasien peserta BPJS Kesehatan. Keberadaan klinik ini diharapkan menjadi alternatif bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang cepat dan berkualitas, selain Puskesmas Mentok.
Sumber: AntaraNews