Revitalisasi Taman Semanggi Capai Rp134 Miliar, Pramono: Bukan dari APBD
Meski tidak menyebutkan identitas mitra maupun skema naming rights secara rinci, Pramono memastikan nama kawasan tidak akan diubah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi melakukan peletakan batu pertama revitalisasi Taman Semanggi pada Jumat (20/2). Proyek senilai Rp134 miliar tersebut dipastikan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan didanai melalui skema non-APBD.
“Tempat ini untuk pembangunannya membutuhkan biaya kurang lebih Rp134 miliar. Dan itu sepenuhnya bukan dari APBD,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Ia menjelaskan revitalisasi Taman Semanggi dilakukan melalui skema kerja sama dengan pihak swasta. Meski tidak menyebutkan identitas mitra maupun skema naming rights secara rinci, Pramono memastikan nama kawasan tidak akan diubah.
"Nama tempat ini tetap Semanggi, enggak ada perubahan nama," ucapnya.
Sebagai Imbal Balik
Menurut Pramono, sebagai imbal balik atas investasi Rp134 miliar, mitra akan mengelola kawasan tersebut selama 10 tahun, ditambah masa pembangunan 1,5 tahun, sehingga total masa pengelolaan mencapai 11,5 tahun.
“Mitra kami mengeluarkan dana cukup besar Rp134 miliar, harus juga kemudian mendapatkan manfaat dari Semanggi nanti yang menjadi lebih baik,” jelasnya.
Ia menargetkan proses revitalisasi akan rampung pada 22 Juni 2027, bertepatan dengan hari ulang tahun Jakarta sekaligus momentum 500 tahun kota ini. Ia berharap Taman Semanggi akan menjadi etalase ibu kota.
“Mulai hari ini sampai dengan mudah-mudahan tanggal 22 Juni tahun 2027, Jakarta mempunyai etalase baru yang menjadi lebih baik, yang namanya adalah Semanggi,” ujarnya.
6 Hektare
Adapun proses revitalisasi dilakukan di atas lahan sekitar 6 hektare. Konsepnya menekankan tiga aspek utama, meliputi regenerasi gagasan, reconnection (keterhubungan), dan reactivation (pengaktifan ruang publik).