Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo masih mempertimbangkan tanggal pasti peresmian Taman Bendera Pusaka yang dijadwalkan pada Februari tahun ini. Rencana awal peresmian taman ini telah menarik perhatian publik, terutama di kalangan warga ibu kota. Taman ini diharapkan menjadi fasilitas baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Pramono Anung menyebutkan bahwa peresmian Taman Bendera Pusaka akan dilakukan pada bulan Februari, dengan pilihan tanggal antara 9 atau 20 Februari. Keputusan mengenai tanggal spesifik masih dalam tahap finalisasi untuk memastikan segala persiapan berjalan lancar. Lokasi taman ini berada di Jakarta Selatan, menjadikannya aksesibel bagi banyak warga.
Pembangunan Taman Bendera Pusaka bertujuan menyediakan ruang terbuka hijau yang multifungsi, termasuk fasilitas olahraga dan upaya penanggulangan banjir. Dana pembangunan sebesar Rp50 miliar berasal dari kontribusi pelampauan koefisien lantai bangunan (KLB), bukan dari APBD Provinsi DKI Jakarta. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan infrastruktur kota.
Advertisement
Advertisement
Taman Bendera Pusaka akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga yang modern dan lengkap untuk masyarakat Jakarta. Salah satu daya tarik utamanya adalah lintasan lari (jogging track) sepanjang 1,2 kilometer. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan alternatif tempat berolahraga selain Gelora Bung Karno (GBK), sehingga mengurangi kepadatan di satu lokasi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan ragam fasilitas olahraga yang akan tersedia. Masyarakat dapat menikmati lapangan basket, voli, bulu tangkis, dan padel di area taman ini. Ketersediaan fasilitas yang beragam ini diharapkan dapat mengakomodasi berbagai minat dan kebutuhan olahraga warga.
Pramono Anung Wibowo menyatakan, "Jadi, Insyaallah Taman Bendera Pusaka akan diresmikan pada Februari. Tanggalnya sekarang sedang dipilih apakah tanggal 9 atau tanggal 20 Februari." Pernyataan ini menegaskan kesiapan pemerintah provinsi untuk segera membuka taman ini. Keberadaan taman ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui aktivitas fisik.
Advertisement
Advertisement
Selain sebagai pusat olahraga, pembangunan Taman Bendera Pusaka juga memiliki fungsi vital dalam mengatasi masalah banjir di Ibu Kota. Desain taman ini mengintegrasikan sistem drainase yang canggih dan infrastruktur hijau. Integrasi ini bertujuan untuk memaksimalkan daya resap air hujan ke dalam tanah, mengurangi genangan air di permukaan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk memastikan sirkulasi udara yang baik di area taman. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman bagi pengunjung. Konsep taman hijau ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan kota yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Penggabungan tiga taman sebelumnya – Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat – menjadi Taman Bendera Pusaka, menunjukkan pendekatan komprehensif. Transformasi ini menciptakan area hijau yang lebih luas dan terpadu. Dengan demikian, taman ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas rekreasi tetapi juga sebagai paru-paru kota yang penting.
Advertisement
Advertisement
Anggaran untuk pembangunan Taman Bendera Pusaka mencapai sekitar Rp50 miliar. Dana ini tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta. Sebaliknya, pendanaan bersumber dari kontribusi pelampauan koefisien lantai bangunan (KLB) dari pihak swasta. Mekanisme ini memungkinkan pembangunan infrastruktur penting tanpa membebani kas daerah.
Peletakan batu pertama (ground breaking) Taman Bendera Pusaka telah dilaksanakan pada 8 Agustus 2025. Proses pembangunan berjalan sesuai rencana, dan kini mendekati tahap peresmian. Proyek ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan fasilitas publik.
Sebelumnya, area yang kini menjadi Taman Bendera Pusaka merupakan gabungan dari tiga taman terpisah. Penggabungan Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat menjadi satu kesatuan yang lebih besar. Konsep ini memungkinkan pengembangan fasilitas yang lebih terintegrasi dan skala yang lebih besar, memberikan manfaat maksimal bagi warga.
Advertisement
Sumber: AntaraNews