Pembangunan Taman Bendera Pusaka DKI Jakarta Capai 92 Persen, Peresmian Diundur ke Maret

Pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan telah mencapai 92 persen, namun peresmiannya diundur dari Februari ke Maret 2026 karena penambahan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pembangunan Taman Bendera Pusaka DKI Jakarta Capai 92 Persen, Peresmian Diundur ke Maret
Pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan telah mencapai 92 persen, namun peresmiannya diundur dari Februari ke Maret 2026 karena penambahan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). (AntaraNews)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengumumkan bahwa progres pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan telah mencapai 92 persen per hari Jumat, 13 Februari 2026. Meskipun demikian, rencana peresmian taman yang semula dijadwalkan pada Februari 2026 harus mengalami penundaan.

Peresmian Taman Bendera Pusaka kini ditargetkan paling lambat pada Maret 2026. Penundaan ini disebabkan oleh adanya penambahan rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di area taman oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

Keputusan ini diambil untuk memastikan kualitas air di Taman Bendera Pusaka menjadi bersih dan tidak berbau, sekaligus meningkatkan fungsi taman sebagai pengendali banjir di wilayah sekitar Jakarta Selatan.

Gubernur Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa progres pembangunan Taman Bendera Pusaka telah mencapai 92 persen. Sisa 8 persen pengerjaan yang belum rampung mencakup pembangunan terowongan penghubung dan sentuhan akhir pada beberapa bagian taman.

Penundaan peresmian dari Februari ke Maret 2026 dikarenakan adanya rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. Penambahan fasilitas ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar taman.

Dengan adanya IPAL, air di Taman Bendera Pusaka dipastikan akan bersih dan tidak berbau. Selain itu, taman ini juga diyakini dapat berfungsi optimal sebagai salah satu pengendali banjir di area sekitarnya, memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.

Delapan persen progres pembangunan yang masih berjalan meliputi pengerjaan terowongan yang akan menggabungkan area Taman Langsat dengan Leuser. Terowongan ini dibangun di bawah Jalan Kyai Maja untuk menciptakan konektivitas antar taman.

Setelah seluruh koneksi selesai, Taman Bendera Pusaka akan memiliki total luas mencapai 5,6 hektare. Luasan ini menjadikannya salah satu ruang terbuka hijau yang signifikan di ibu kota, menyediakan area rekreasi yang lebih luas.

Taman ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, termasuk jalur lari atau jogging track sepanjang 1,2 kilometer. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung aktivitas olahraga dan rekreasi bagi warga Jakarta.

Gubernur Pramono Anung Wibowo menyatakan keyakinannya bahwa pembangunan fisik Taman Bendera Pusaka akan selesai pada akhir Februari 2026. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan proyek ini.

Pramono Anung juga menekankan pentingnya perawatan taman setelah diresmikan. Beliau meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta untuk mempersiapkan perawatan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Saya meminta kepada Dinas Pertamanan dan Hutan Kota agar betul-betul dipersiapkan secara baik, terutama perawatannya. Jangan sampai nanti kalau sudah baik, perawatannya tidak dilakukan dengan baik,” kata Pramono Anung. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan fungsi dan keindahan taman bagi masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi