Propam Polri Bantah Tuduhan Tampilkan Tahanan Pengganti dalam Kasus Penabrakan Affan Kurniawan
Namun, keterbukaan mengenai identitas mereka sepenuhnya belum dapat dilakukan.
Divisi Propam Polri membantah tudingan yang beredar di media sosial terkait dugaan bahwa tujuh anggota Brimob yang ditampilkan ke publik sebagai penabrak pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan hanyalah tahanan pengganti.
Karo Wabprof Divpropam Polri Brigjen Agus Wijayanto menegaskan, pihaknya telah memberikan akses penuh kepada tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk melakukan pengecekan langsung terhadap ketujuh anggota Brimob tersebut.
"Dari Kompolnas langsung sudah melaksanakan pengecekan dan kita berikan akses penuh untuk tim Kompolnas, sudah langsung melihat dan menanyakan, serta minta KTA, dan nanti bisa dijawab oleh tim pengawas eksternal kalau mungkin masih diragukan," tutur Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2025).
Agus memastikan pemeriksaan dilakukan berdasarkan fakta di lapangan. Ketujuh personel tersebut, kata dia, adalah anggota Brimob yang berada di dalam mobil rantis saat insiden terjadi. Namun, keterbukaan mengenai identitas mereka sepenuhnya belum dapat dilakukan.
"Dan kita menghargai dalam hukum itu masih dalam praduga tak bersalah, dan inisial sudah kami bacakan, ini adalah menghormati. Setiap orang punya hak asasi manusia, sehingga nanti pada jadwalnya hari Rabu sudah ada sidang Kode Etik Polri," jelasnya.
Kata Kompolnas
Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan proses verifikasi dan pendalaman terhadap ketujuh anggota Brimob yang terlibat.
"Kan di awal itu kami dikasih daftar, terus cek daftarnya, terus cek orangnya. Tapi karena diisukan di media sosial bahwa ada salah satu yang bukan, kami cek kembali. Lah kemarin cara ngeceknya ya kami lihat KTA-nya langsung, mencocokkan wajahnya, terus menggali cerita singkat soal peran dia dalam mobil rantis tersebut," kata Anam.
"Dari metode seperti itu, ya, KTA, wajah, cerita soal mobil rantis, posisi duduk, dan peristiwa itu, ya sepanjang itu kami melihat bahwa tujuh orang itu memang anggota Brimob," lanjutnya.
Anam mengaku memahami keraguan publik yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan terhadap proses penyelidikan.
"Kami ucapkan terima kasih juga untuk partisipasi publik, untuk memberikan masukan dan informasi atas proses ini. Maka kami follow up sosial media tersebut dengan cara verifikasi mendalam," Anam menandaskan.