Profil Crazy Rich Amerika Ray Dalio: Kumpul Bareng Prabowo dan Para Bohir RI di Istana
Mengenal Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, yang memiliki pengaruh besar dalam investasi dan ekonomi global.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan konglomerat Indonesia, sejumlah menteri dan pengusaha besar Amerika Amerika Serikat, Ray Dalio di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (7/4).
Di hadapan Ray Dalio, Prabowo menyebut berbagai nama pebisnis Indonesia terkenal yang hadir. Termasuk para petinggi Danantara dan menteri di kabinetnya.
Lalu, siapa Ray Dalio?
Ray Dalio adalah seorang investor, manajer hedge fund, dan penulis terkemuka asal Amerika Serikat yang lahir pada 8 Agustus 1949 di New York City. Ia dikenal sebagai pendiri dan mantan co-chief investment officer dari Bridgewater Associates, hedge fund terbesar di dunia pada tahun 2013.
Dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai US$14 miliar pada 7 Maret 2025, Dalio menempatkan dirinya di antara orang terkaya di dunia, dengan peringkat yang bervariasi antara ke-124 hingga ke-163 menurut berbagai sumber.
Pendidikan Ray Dalio dimulai di C.W. Post College of Long Island University, sebelum ia melanjutkan ke Harvard Business School dan meraih gelar MBA pada tahun 1973.
Kariernya dimulai dengan mendirikan Bridgewater Associates di apartemennya pada tahun 1975, di mana ia mendapatkan investasi awal sebesar US$5 juta dari dana pensiun Bank Dunia.
Dalio memimpin perusahaan ini hingga tahun 2017, sebelum melepaskan jabatan CEO dan menyerahkan sebagian besar kendali kepada dewan perusahaan. Pada tahun 2023, Bridgewater Associates mengelola aset senilai US$125 miliar.
Dalio juga dikenal luas karena karya-karyanya, terutama bukunya yang berjudul Principles: Life & Work yang diterbitkan pada tahun 2017 dan menjadi buku terlaris di New York Times. Buku ini membahas filosofi manajemen perusahaan dan investasi yang telah menjadi panduan bagi banyak profesional di bidangnya.
Selain itu, ia juga menerbitkan beberapa buku lainnya seperti Principles for Success, Principles for Navigating Big Debt Crises, dan Principles for Dealing with the Changing World Order.
Dalio mengembangkan PrinciplesYou, sebuah penilaian kepribadian daring gratis yang membantu individu memahami diri mereka lebih baik.
Pengaruh Ray Dalio di Dunia Investasi
Ray Dalio memiliki pengaruh yang signifikan dalam dunia investasi global. Ia sering memberikan masukan kepada berbagai sovereign fund di berbagai negara, termasuk Temasek dari Singapura, Public Investment Fund (PIF) dari Arab Saudi, dan Dana Investasi Uni Emirat Arab (UAE). Pendekatan investasi dan filosofi manajemennya telah diadopsi oleh banyak investor dan lembaga keuangan di seluruh dunia.
Dalio dikenal dengan prinsip-prinsip yang mengedepankan transparansi dan kolaborasi dalam pengambilan keputusan. Ia percaya bahwa keberhasilan dalam investasi tidak hanya bergantung pada analisis data, tetapi juga pada memahami dinamika manusia dan perilaku pasar. Dengan pendekatan ini, ia mampu mengembangkan strategi yang menguntungkan bagi Bridgewater Associates selama bertahun-tahun.
Dalam dunia yang terus berubah, Dalio juga aktif membahas isu-isu ekonomi global dan tantangan yang dihadapi oleh pasar. Ia sering menekankan pentingnya pemahaman terhadap siklus ekonomi dan bagaimana perubahan kebijakan dapat mempengaruhi pasar finansial. Dengan pengalaman dan wawasan yang mendalam, Dalio telah menjadi suara yang dihormati dalam diskusi mengenai masa depan ekonomi global.
Kehidupan Pribadi Ray Dalio
Kehidupan pribadi Ray Dalio juga menarik untuk dicermati. Ia lahir dalam keluarga yang sederhana, di mana ayahnya adalah seorang musisi jazz dan ibunya seorang ibu rumah tangga.
Sejak kecil, Dalio sudah terbiasa bekerja serabutan untuk mendapatkan uang tambahan. Ia menikah dengan Barbara Dalio dan dikaruniai empat orang putra, salah satunya adalah Paul Dalio.
Dalio dikenal sebagai sosok yang rendah hati meskipun telah mencapai kesuksesan yang luar biasa.
Ia percaya bahwa pendidikan dan pengalaman hidupnya membentuk pandangannya tentang investasi dan manajemen. Hal ini tercermin dalam karya-karyanya yang mengedepankan prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dikenalkan Prabowo ke Pengusaha RI
Dalam kunjungan ke Istana Ray Dalio dikenalkan oleh para pengusaha kaya Indonesia oleh Prabowo.
Mulanya, Prabowo mengenalkan Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Barulah, Prabowo berlanjut ke para konglomerat Indonesia seperti Andi Sjamsuddin atau Haji Isam, Chairul Tanjung James Riyadi dan Prajogo Pangestu.
"Di sebelah kiri saya ini juga teman bapak, Bapak Jenderal Luhut Pandjaitan yang sekarang menjadi Ketua DEN. Sisi kanan Menkeu Ibu Sri Mulyani Indrawati, sisi kiri saya Menteri ESDM Bapak Bahlil dan sekeliling meja ini ada Bapak Sjamsudin lebih dikenal sebagai Haji Isam tapi nama lengkapnya Andi Sjamsuddin Arsjad dari Johnlin Group, Bapak Chairul Tanjung dari CT Corp, lalu ada James Riyadi dari Grup Lippo, ada Bapak Prajogo Pangestu dari Barito dan Chandra Asri," ujar Prabowo.
Tak hanya itu, Prabowo juga memperkenalkan sejumlah tokoh penting di pemerintahan yang terlibat dalam pengelolaan Danantara seperti Rosan Roeslani, Pandu Sjahrir dan Dony Oskaria.
"Di depan ini ada Bapak Pandu Sjahrir, yang merupakan pemimpin dari Danantara, dari CIO. Dan Bapak Dony Oskaria kepala COO dan Deputi BUMN, Bapak Trenggono merupakan Menteri KKP karena saya tahu Bapak sangat berminat mengenai laut dan perikanan," ucap Prabowo.
Kenalkan ke Adiknya
"Hadir juga di sini Bapak Rosan yang saat ini menjadi CEO Danantara dan juga Menteri Investasi serta Industri Downstream. Bapak Erick Thohir Menteri BUMN beliau merupakan Ketua dari Pengawasan Danantara," sambung Prabowo.
Dalam momen itu, kepala negara pun turut memperkenalkan adiknya yang juga pengusaha besar Hashim Djojohadikusumo.
"Kemudian Pak Hashim yang juga merupakan adik saya sendiri. Bukan salah beliau tentunya," ucap Prabowo.Selain Hashim, Prabowo juga memperkenalkan sejumlah pengusaha lainnya, seperti Garibaldi Thohir dari Grup Adaro, Sugianto Aguan dari Agung Sedayu Group, Hilmi Panigoro dari Medco Energi, serta Franky dari Sinar Mas dan Antoni Salim dari Salim Group.