Prabowo dan Ray Dalio bertemu untuk membahas prospek ekonomi serta investasi di Danantara
Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Penasihat Danantara, Ray Dalio, di Istana Merdeka untuk membahas berbagai isu penting.
Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menerima Ray Dalio di Istana Merdeka, Jakarta, sebagai penasihat Danantara, lembaga yang berperan penting dalam sektor keuangan internasional. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resminya.
"Danantara merupakan badan pengelola investasi strategis Indonesia yang didirikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 untuk mengoptimalkan aset negara, mengelola BUMN strategis, dan berfungsi sebagai Sovereign Wealth Fund. Kami terus menjalin kerjasama dengan mitra strategis untuk meningkatkan kepercayaan dan kekuatan Danantara di tingkat internasional," tulis Teddy dalam unggahannya pada Jumat (27/3).
Teddy melanjutkan, dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo membahas prospek ekonomi Indonesia serta upaya optimalisasi dan penguatan Danantara sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
Dalam acara tersebut, hadir pula Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ray Dalio, yang merupakan tokoh terkemuka di bidang investasi global, kini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan di BP Investasi Danantara.
Dalio pernah menyebutkan bahwa dirinya adalah bagian integral dari proses transformasi Danantara sebagai penasihat informal, baik untuk institusi maupun Presiden RI Prabowo Subianto.
"Keterlibatan saya sebagai penasihat tetap sama, dan tidak berubah, bersifat sukarela, dan tidak dibayar. Danantara sepenuhnya menghormati serta menghargai kontribusi tersebut," ungkap Ray Dalio dalam keterangannya pada Rabu 4 Juni 2025. Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi penasihat informal bagi pimpinan Danantara dan Prabowo.
"Saya tetap menjadi pendukung setia misi Danantara Indonesia," tambahnya.
Selama lebih dari satu tahun terakhir, Danantara telah merasakan banyak manfaat dari masukan dan bimbingan strategis yang diberikan oleh Ray Dalio. Sosok investor global ini telah memainkan peran penting dalam menentukan arah Danantara sebagai institusi pengelola investasi negara yang fokus pada sektor-sektor strategis demi pembangunan jangka panjang.
Prabowo Adakan Pertemuan dengan PM Malaysia
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah merencanakan untuk menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Jakarta pada hari Jumat, 27 Maret 2026. Pertemuan antara kedua pemimpin tersebut diharapkan dapat membahas berbagai isu strategis, termasuk perkembangan terkini dalam geopolitik global.
"Perdana Menteri Dato' Seri Anwar Ibrahim akan melakukan kunjungan khusus ke Jakarta, Republik Indonesia, pada 27 Maret 2026, atas undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," demikian pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Malaysia yang dirilis di Kuala Lumpur pada Kamis, 26 Maret 2026.
Kunjungan ini akan memfokuskan perhatian pada dinamika geopolitik, terutama konflik yang terjadi di Asia Barat dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan serta ekonomi global. Hal ini juga mencakup implikasi yang mungkin dirasakan oleh Malaysia dan Indonesia. Menurut Kementerian Luar Negeri Malaysia, situasi global saat ini memerlukan diskusi yang komprehensif dan terkoordinasi antara kedua negara untuk menyelaraskan posisi dan memperkuat kerja sama strategis.
Dalam konteks ini, pertemuan antara Prabowo dan Anwar diharapkan dapat meningkatkan upaya diplomatik guna meredakan ketegangan global serta menjaga kelangsungan jalur perdagangan dan rantai pasok yang vital bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Lebih jauh, kedua pemimpin juga akan menegaskan pentingnya memperkuat peran ASEAN sebagai blok regional yang solid dan berprinsip. Hal ini bertujuan agar ASEAN mampu bertindak secara kolektif dalam menjaga perdamaian, stabilitas, serta ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian yang melanda dunia saat ini. Pertemuan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap keamanan dan kesejahteraan kawasan Asia Tenggara.
Rekayasa Lalu Lintas
Di sisi lain, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melaksanakan rekayasa lalu lintas terkait kunjungan tersebut. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komarudin, menjelaskan bahwa penutupan jalan akan bersifat situasional. "Sama seperti pengamanan VVIP lainnya, penutupan hanya saat rangkaian (rombongan) kebesaran melintas," ujarnya. Ia menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas akan dimulai pukul 15.30 WIB di beberapa ruas jalan protokol, termasuk Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Merdeka Barat.
Kunjungan ini bukanlah yang pertama bagi Anwar ke Jakarta untuk bertemu Prabowo. Sebelumnya, pada 29 Juli 2025, keduanya telah mengadakan pertemuan konsultasi tahunan di Istana Merdeka. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, mulai dari penyelesaian isu bilateral hingga penguatan peran ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan kerjasama antara kedua negara dapat semakin erat dan saling menguntungkan.