Menko Airlangga Akhirnya Buka-bukaan soal Peran Ray Dalio di Danantara
Saat ditanya mengenai kemungkinan Ray Dalio masuk dalam struktur Danantara, Airlangga tidak memberikan jawaban tegas.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto merespons isu mengenai status miliarder asal Amerika Serikat, Ray Dalio di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Menurut Airlangga, kehadiran Ray Dalio dalam acara Danantara dalam Rapat Koordinas Nasional Pengolah Sampah Menjadi Energi di Wisma Danantara menjadi bukti bahwa ia tetap memberikan perhatian terhadap Danantara.
"Ray Dalio tadi pagi hadir di acara Danantara," ujar Menko Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (30/9).
Saat ditanya mengenai kemungkinan Ray Dalio masuk dalam struktur Danantara, Airlangga tidak memberikan jawaban tegas. Ia hanya menekankan bahwa Dalio selama ini selalu memberikan masukan bagi Danantara.
"Jadi, beliau selalu memberikan masukannya," katanya.
Airlangga juga memaparkan agenda pertemuan Ray Dalio dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Presiden membahas berbagai isu, mulai dari kunjungan internasional ke PBB, dinamika kawasan Timur Tengah, hingga program prioritas nasional termasuk pemberantasan korupsi.
"Tadi dengan menerima Ray Dalio, Pak Presiden membahas berbagai kegiatan pemerintah termasuk kunjungan internasional beliau sampai ke UN, kemudian juga berbicara terkait dengan Timur Tengah, kemudian juga terkait dengan program-program beliau, yang salah satunya juga prioritas beliau untuk anti-corruption," ungkapnya.
Bahas Sawit Hingga Critical Mineral
Lebih lanjut, kata Airlangga dalam pertemuan tersebut, salah satu isu utama yang dibahas adalah sektor strategis nasional. Presiden Prabowo menyampaikan kepada Ray Dalio rencana pemerintah dalam pengelolaan lahan 4 juta hektare kelapa sawit.
Selain itu, sektor pertambangan juga menjadi sorotan, khususnya batu bara, timah, serta mineral kritis seperti rare earth. Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang akan menjadi penopang ekonomi di masa depan, sekaligus mendukung transisi energi global.
"Salah satu yang juga dibicarakan terkait dengan 4 juta hektare di kelapa sawit, kemudian juga di sektor pertambangan, baik itu batu bara maupun terkait dengan timah, critical mineral rare earth," ungkapnya.
Tanda Jasa untuk Ray Dalio
Usai pertemuan Presiden Prabowo mengajak Ray Dalio makan siang bersama di Istana. Dalam kesempatan itu, Presiden juga menganugerahkan tanda jasa utama.
"Bapak Presiden mengajak Ray Dalio untuk makan siang bersama. Jadi, pertemuan tadi dari jam 11 sampai sudah makan siang, beliau memberikan tanda jasa utama kepada Ray Dalio. Ray Dalio tadi pagi hadir di acara Danantara," pungkasnya.