Menko Airlangga Bocorkan Hasil Pertemuan Presiden Prabowo dengan Miliarder AS Ray Dalio
Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan program prioritas, khususnya dalam agenda pemberantasan korupsi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membocorkan hasil pertemuan antara miliarder asal Amerika Serikat, Ray Dalio dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta.
Kata Airlangga, pertemuan berlangsung sejak pukul 11.00 WIB hingga makan siang bersama. Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo membahas sejumlah agenda penting, mulai dari rencana kunjungan internasional, termasuk ke markas PBB, hingga pembahasan isu kawasan Timur Tengah.
"Tadi dengan menerima Ray Dalio, Pak Presiden membahas berbagai kegiatan pemerintah termasuk kunjungan internasional beliau sampai ke UN. Kemudian, juga berbicara terkait dengan Timur Tengah," kata Airlangga saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (30/9).
Selain itu, Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan program prioritas, khususnya dalam agenda pemberantasan korupsi.
"Kemudian, juga terkait dengan program-program beliau, yang salah satunya juga prioritas beliau untuk anti korupsi," ujarnya.
Airlangga menjelaskan, pertemuan ini juga menjadi ajang bagi Presiden Prabowo untuk menyampaikan berbagai capaian pemerintah dalam 11 bulan terakhir. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain, di tengah ketidakpastian global.
"Dalam diskusi tersebut tentu Bapak Presiden menyampaikan capaian yang dalam 11 bulan, dan capaian perekonomian yang juga relatif baik dibandingkan dengan berbagai negara lain," ujarnya.
Bahas Sawit hingga Critical Mineral
Lebih lanjut, kata Airlangga dalam pertemuan tersebut, salah satu isu utama yang dibahas adalah sektor strategis nasional. Presiden Prabowo menyampaikan kepada Ray Dalio rencana pemerintah dalam pengelolaan lahan 4 juta hektare kelapa sawit.
Selain itu, sektor pertambangan juga menjadi sorotan, khususnya batu bara, timah, serta mineral kritis seperti rare earth. Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang akan menjadi penopang ekonomi di masa depan, sekaligus mendukung transisi energi global.
"Salah satu yang juga dibicarakan terkait dengan 4 juta hektare di kelapa sawit, kemudian juga di sektor pertambangan, baik itu batu bara maupun terkait dengan timah, critical mineral rare earth," ungkapnya.
Tanda Jasa untuk Ray Dalio
Usai pertemuan Presiden Prabowo mengajak Ray Dalio makan siang bersama di Istana. Dalam kesempatan itu, Presiden juga menganugerahkan tanda jasa utama.
Kehadiran Ray Dalio di Jakarta tidak hanya untuk bertemu Presiden, tetapi juga menghadiri acara yang digelar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terkait Rapat Koordinas Nasional Pengolah Sampah Menjadi Energi di Wisma Danantara.
"Bapak Presiden mengajak Ray Dalio untuk makan siang bersama. Jadi, pertemuan tadi dari jam 11 sampai sudah makan siang, beliau memberikan tanda jasa utama kepada Ray Dalio. Ray Dalio tadi pagi hadir di acara Danantara," pungkasnya.