Luhut: Ray Dalio Terkesan Investasi di Indonesia Lewat Family Office
Luhut menyatakan bahwa dalam waktu dekat, Family Office akan segera diluncurkan.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan investor kelas dunia asal Amerika Serikat, Ray Dalio, akan ikut terlibat dalam pembentukan Family Office di Bali. Ray Dalio, yang dikenal sebagai pendiri Bridgewater Associates, hedge fund terbesar di dunia.
Menurut Luhut, persiapan pembentukan Family Office ini telah dilakukan dengan sangat matang dan memakan waktu hingga enam bulan terakhir.
"Sebenarnya kita sudah ngerjakan 6 bulan. Jadi kita minta terakhir juga masukkan dari bakal pelaku-pelaku, jadi seperti Ray Dalio sendiri, kami minta feedback dari dia," kata Luhut di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (12/3).
Luhut menuturkan Ray Dalio terkesan dengan fundamental ekonomi Indonesia, seperti pertumbuhan ekonomi yang konsisten, inflasi yang terkendali, indeks ekonomi yang positif hingga PMI yang sedang optimis. Karena hal tersebut, Ray Dalio pun berminat bergabung dalam pembentukan Family Office.
"Kita sepakat juga dengan Ray Dalio follow up itu kemarin, karena Presiden sudah setuju dengan kami dan dengan Pak Airlangga (Menko Perekonomian). Kita akan ada pilot project yang segera dengan Ray Dalio ini, kita sedang tekniskan, finalkan, family office dan juga tadi special economic zone di Bali," jabar Luhut.
Lebih lanjut, Luhut mengklaim semua pihak setuju dalam pembentukan Family Office ini, termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Semua, bukan soal kemenkeu, semua kita harus setuju. Tapi kalau sudah yang mau taruh duitnya setuju kan itu yang paling penting," tambahnya.
Luhut menyatakan bahwa dalam waktu dekat, Family Office akan segera diluncurkan. Saat ini, kehadirannya hanya tinggal menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kita harapkan ya dalam beberapa bulan ke depan tinggal Presiden, karena Presiden sudah memberikan go-ahead waktu ketemu dengan di istana itu, jadi secara teknis kita nanti laporkan ke Presiden, kalau Presiden perintah eksekutif ya kita eksekutif," tutup Luhut.