Mari Elka Bicara Rencana Pembentukan Family Office, Aturan hingga Anggarannya Masih Dibahas
Menurut Mari, proyek tersebut masih berada di tahap awal, bahkan tahap penganggarannya belum ditentukan apakah menggunakan APBN atau tidak.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu angkat bicara soal rencana pembentukan Family Office digagas Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut Mari, proyek tersebut masih berada di tahap awal, bahkan tahap penganggarannya belum ditentukan apakah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau tidak.
"Baru dalam bentuk pembahasan, perencanaan, dan pengusulan. Tidak ada kaitannya dengan anggaran (pemerintah)," kata Mari saat ditemui di JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10).
Mari mengatakan, pemerintah masih perlu menyiapkan payung hukum kuat agar Family Office ini benar-benar bisa berjalan. Proses ini akan melibatkan penyusunan sejumlah regulasi baru yang menjadi dasar operasionalnya.
"Itu kan tergantung peraturannya kan, ini kan sesuatu yang akan memerlukan regulasi, akan memerlukan peraturan-peraturan baru. Yang ini yang sedang dibahas, direncanakan dan ada aspek-aspek hukum yang perlu diperbaiki ya untuk bisa berjalannya family office," ujar dia.
Menkeu Ogah Biayai Family Office Pakai APBN
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengalihkan anggaran kementeriannya untuk mendukung pembentukan family office yang tengah diwacanakan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Purbaya mengaku sudah lama mendengar isu terkait pembentukan family office, namun dia menilai langkah tersebut sebaiknya dijalankan secara mandiri oleh DEN tanpa mengganggu alokasi anggaran kementeriannya.
“Oh, saya sudah dengar lama isu itu, tapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya enggak akan alihkan ke sana,” kata Purbaya saat ditemui di kantor Pusat DJP, Jakarta Selatan, Senin (13/10).
Menkeu Fokus Anggaran Tepat Sasaran
Purbaya menambahkan, fokus utama Kementerian Keuangan adalah memastikan setiap anggaran digunakan secara efisien dan tepat sasaran.
“Saya fokus. Kalau kasih anggaran yang tepat, nanti pasti pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran, dan nggak ada yang bocor,” ujar dia.
Ketika ditanya apakah dirinya sudah memberikan masukan atau pandangan kepada Dewan Ekonomi Nasional terkait family office, Purbaya menjawab dengan santai bahwa ia belum memberikan input apa pun.
“Nggak, kalau mau saya doain lah,” tandas Purbaya.