Prabowo 'Ancam' Koruptor Masih Bebas Berkeliaran: No More Untouchable!
Di momen satu tahun pemerintahannya ini, ia menegaskan tidak ada lagi yang 'tak bisa disentuh' aparat.
Presiden Prabowo Subianto seakan memberikan 'sinyal' kepada para koruptor yang masih bebas berkeliaran. Di momen satu tahun pemerintahannya ini, ia menegaskan tidak ada lagi yang 'tak bisa disentuh' aparat.
"Kita bertekad tidak ada kasus-kasus korupsi yang tidak bisa diselidiki. Tidak ada, no more untouchable, enggak ada yang untouchable lagi," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet 1 tahun pemerintahan di Istana Negara Jakarta, Senin (20/10).
Menurut dia, pemerintah telah mengalihkan anggaran rawan korupsi sebesar Rp306 triliun untuk program-program yang menyentuh masyarakat. Prabowo pun berterima kasih kepada aparat penegak hukum yang menyelematkan kerugian negara akibat praktik korupsi sebesar Rp1.000 triliun.
"Saya terima kasih kepada penegak hukum yang tegar meneruskan tugas yang mulia ini. Juga penegak hukum telah berhasil menyelamatkan lebih dari 1.000 triliun kerugian negara. Ini yang kita berhasil kita tegakkan," jelasnya.
Selain itu, kata dia, pemerintah berhasil menguasai 4 juta hektare kebun kelapa sawit yang diduga melakukan pelanggaran hukum. Kemudian, aktivitas tambang ilegal yang merugikan negara ratusan triliun juga berhasil dihentikan.
"Lebih dari 4 juta hektar kebun kelapa sawit dalam kawasan hutan yang melanggar undang-undang dan melanggar hukum, ini kita kuasai kembali oleh rakyat, oleh negara. Juga lebih dari 100 triliun kerugian dari tambang ilegal berhasil kita hentikan," tutur Prabowo.
Langkah Tegas Aparat
Prabowo menceritakan langkagh tegas aparat menutup jalur penyeludupan hasil tambang timah ilegal. Dari operasi ini, potensi kerugian negara senilai Rp45 triliun per tahun berhasil diselamatkan.
"Ya enggak tahu pihak-pihak yang teriak-teriak tapi sudahlah. Pihak-pihak itu adalah pihak-pihak yang salah. Pihak-pihak yang melanggar hukum, pihak-pihak yang mencuri dari rakyat Indonesia, yang mengakibatkan kita masih banyak orang miskin karena kekayaan kita banyak dicuri," pungkas Prabowo.