Standing Applause, Prabowo Bakal Sikat Jenderal TNI-Polri Bekingi Tambang Ilegal!
Awalnya, ia mengatakan soal keputusan pengadilan yang sudah inkracht 18 tahun lalu yang memerintahkan ada kebun-kebun kelapa sawit yang harus disita.
Peserta sidang tahunan dan bersama MPR/DPR/DPD RI memberikan standing applause kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal ini dilakukan saat Prabowo memberikan sambutan terkait permasalahan tambang ilegal.
Awalnya, ia lebih dulu mengatakan soal keputusan pengadilan yang sudah inkracht 18 tahun lalu yang memerintahkan ada kebun-kebun kelapa sawit yang harus disita. Akan tetapi, tidak ada penegak hukum pada saat itu yang mau melaksanakannya.
"Saya tidak tahu kenapa. Tetapi saya sudah perintahkan dikuasai kembali oleh negara, dan untuk itu kita telah menggunakan pasukan-pasukan TNI untuk mengawal tim-tim yang menguasai kebun-kebun tersebut," kata Prabowo dalam sambutannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).
"Karena sering terjadi perlawanan berani-berani melawan Pemerintah NKRI yang kita hadapi saudara-saudara," sambungnya.
Prabowo menegaskan, setelah ini akan menertibkan juga tambang-tambang yang dinilai melanggar aturan. Apalagi, ia mengaku telah mendapatkan laporan dari aparat adanya 1.063 tambang ilegal dan potensi kekayaan yang dihasilkan oleh 1.063 tambang ilegal ini.
Potensi Kerugian Negara Capai Triliunan
Dari situ, disebutnya dilaporkan adanya potensi kerugian negara bisa mencapai Rp300 triliun. Oleh karenanya, ia pun meminta dukungan seluruh anggota parlemen hingga partai politik demi kepentingan rakyat.
"Dan saya beri peringatan, apakah ada orang-orang besar orang-orang kuat jenderal-jenderal dari manapun. Apakah jenderal dari TNI atau jenderal dari polisi atau mantan jenderal tidak ada alasan kami akan bertindak atas nama rakyat," ucap Prabowo yang disambut tepuk tangan hingga berdiri dari para peserta sidang.
Secara tegas, Ketua Umum Partai Gerindra ini menegaskan, tidak akan melindungi kadernya jika terlibat masalah.
"Dan sebagai sesama pimpinan partai saya ingatkan, anggota-anggota semua partai termasuk partai saya Gerindra cepat-cepat kalau ada yang terlibat anda jadi Justice collaborator, anda laporkan saja karena walaupun kau Gerindra tidak akan saya lindungi," tegasnya.
"Kalau ada yang berani, saya telah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Kalau anda mau ke provinsi ini pakai pasukan dari provinsi lain jangan-jangan ada anak buahmu di kebun-kebun itu," sambungnya.
Prabowo pun memperingatkan para juniornya untuk tidak macam-macam. Apalagi, dengan menjadikan rakyat sebagai alasan untuk menjadi penyelundup terkait tambang.
"Saudara-saudara wakil rakyat sudah tahu keadaan yang sebenarnya, benar? (Benar). Saya sudah lama jadi orang Indonesia, segala ulah apalagi saya ini senior mantan tentara, jadi junior-junior itu jangan macam-macam ya, aku tahu," jelasnya.
"Kalau rakyat yang nambang, ya sudah kita bikin koperasi. Kita legalkan, kita atur, kita legalkan. Tapi jangan alasan rakyat, tahu-tahu menyelundup, nyelundup ratusan triliun," pungkasnya.