Di Depan Panglima-Kapolri, Presiden Prabowo Singgung Serakahnomics: Berani Lecehkan dan Hina NKRI!
Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal serakahnomics saat memamerkan duit hasil rampasan dari koruptor. Uang sitaan tersebut senilai Rp6 triliun lebih.
Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah menguasai kembali empat juta hektare lebih kawasan hutan yang tidak tertib dan melanggar undang-undang, peraturan dan ketentuan.
Hal ini disampaikan dihadapan para pembantunya yang berada di Kabinet Merah-Putih termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Saya sampaikan terima kasih saya penghargaan saya sebesar-besarnya kepada semua pihak dari semua KL, yang telah mendukung kegiatan daripada Satgas PKH ini terutama juga kepada Satgas PHK itu sendiri," kata Prabowo dalam sambutannya, Jumat (26/12).
Ia menegaskan, para Satgas PKH ini telah bekerja keras dalam menguasai kembali empat juta lebih hektare hutan dengan medan yang sangat sulit.
"Harus verifikasi mengecek 4 juta hektare, tidak sedikit luas lahan jumlah korporasi-korporasi yang melanggar upaya-upaya korporasi-korporasi itu untuk menghambat verifikasi, menghambat penyelidikan, menghambat investigasi, upaya-upaya perlawanan yang kita mengerti dan kita faham rakyat yang dihasut," tegasnya.
"Preman-preman yang dibayar untuk menantang dan melawan petugas ini di tempat yang jauh tidak terlihat oleh media, tidak terlihat oleh kamera, tidak terlihat oleh influencer-influencer vlogger-vlogger dan sebagainya," sambungnya.
Tapi saudara bekerja terus tanpa ragu-ragu karena kesetiaan saudara-saudara kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena cinta saudara kepada bangsa dan tanah air kita saya terima kasih saudara-saudara sekalian saudara-saudara sekalian.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini pun menyebut, apa yang dilakukan Satgas PKH ini baru ujung dari kerugian bangsa dan negara.
"Kita baru ujung penyimpangan seperti ini sudah berjalan belasan tahun bahkan puluhan tahun, ini yang saya sebut dilakukan oleh mereka-mereka yang menganut filosofi dan paham serakahnomics," ungkapnya.
"Berani melecehkan, berani menghina Negara Kesatuan Republik Indonesia menganggap sepele pemerintah Republik Indonesia menganggap pejabat-pejabat di tiap eselon bisa dibeli, bisa disogok," tambahnya.
Koruptor Berbuat Seenaknya
Sehingga, mereka ditegaskannya leluasa berbuat seenaknya. Namun, begitu Prabowo menerima mandat sebagai Presiden maka ia sudah bertekad untuk melawan korupsi, melawan perampokan kekayaan negara oleh siapapun dan dimanapun.
"Dan baru 3 bulan saya kira November, Desember belum sampai 3 bulan kita sudah keluarkan peraturan presiden nomor 5, kita bentuk satgas terdiri dari banyak unsur yang bertanggungjawab," tegasnya.
Penegak Hukum Diminta Jangan Ragu
Penegak hukum pun dikatakannya melaksanakan tugas yang sudah diberikan amanat agar jangan ragu-ragu, tidak pandang bulu, jangan mau di lobby sana-sini.
"Tegakan peraturan selamatkan kekayaan negara, itu tugas saya dan saudara-saudara telah melakukan dengan baik dengan tertib dengan sesuai ketentuan sesuai hukum dan hasilnya kita bisa lihat hari ini sekian triliun yang saya katakan baru ujungnya," pungkasnya.