Keras, Prabowo Peringatkan Kader 'Nakal': Walau Kau Gerindra Tak akan Saya Lindungi!
Hal ini disampaikan dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).
Presiden Prabowo Subianto memastikan tidak akan melindungi kader Partai Gerindra yang dipimpinnya jika mempunyai kesalahan. Bahkan, ia meminta agar mereka bisa menjadi Justice Collaborator dalam melaporkan suatu perkara.
Hal ini disampaikan dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).
"Dan sebagai sesama pimpinan partai saya ingatkan anggota-anggota semua partai termasuk partai saya Gerindra cepat-cepat kalau ada yang terlibat anda jadi Justice collaborator, anda laporkan saja karena walaupun kau Gerindra tidak akan saya lindungi," kata Prabowo dalam sambutannya.
"Kalau ada yang berani Saya telah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri. Kalau anda mau ke provinsi ini pakai pasukan dari provinsi lain jangan-jangan ada anak buahmu di kebun-kebun itu," sambungnya.
Sikat Jenderal Bekingi Tambang Ilegal
Selain itu, ia juga sempat menyinggung soal keputusan pengadilan yang sudah inkrah 18 tahun lalu yang memerintahkan ada kebun-kebun kelapa sawit yang harus disita. Tetapi, tidak ada penegak hukum waktu itu yang mau melaksanakannya dan membuat dirinya tidak tahu kenapa.
"Tetapi saya sudah perintahkan dikuasai kembali oleh negara, dan untuk itu kita telah menggunakan pasukan-pasukan TNI untuk mengawal tim-tim yang menguasai kebun-kebun tersebut," ujarnya.
"Karena sering terjadi perlawanan berani-berani melawan Pemerintah NKRI yang kita hadapi saudara-saudara. Setelah ini kita akan tertibkan juga tambang-tambang yang melanggar aturan," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku telah diberi laporan oleh aparat-aparat bahwa terdapat 1.063 tambang ilegal dan potensi kekayaan yang dihasilkan oleh 1.063 tambang ilegal ini dilaporkan potensi kerugian negara mencapai Rp300 triliun.
"Saya minta dukungan seluruh MPR, saya minta dukungan seluruh partai politik untuk mendukung ini demi rakyat kita," ungkapnya.
"Dan saya beri peringatan apakah ada orang-orang besar orang-orang kuat jenderal-jenderal dari manapun. Apakah jenderal dari TNI atau jenderal dari polisi atau mantan jenderal tidak ada alasan kami akan bertindak atas nama rakyat," pungkasnya.