Polres Garut Turun Tangan Cek Dampak Luapan Sungai di Cikelet
Polres Garut bersama tim gabungan bergerak cepat mengecek dampak luapan sungai di Kecamatan Cikelet, Garut Selatan, pasca hujan deras untuk memastikan keselamatan warga dan penanganan awal.
Kepolisian Resor (Polres) Garut telah menurunkan tim gabungan bersama jajaran aparatur pemerintah setempat untuk mengecek dampak luapan tiga sungai besar di Kecamatan Cikelet, wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai respons cepat dan penanganan awal guna membantu masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana hidrometeorologi tersebut.
Kegiatan mitigasi ini dilaksanakan setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi, menyebabkan beberapa sungai meluap dan mengakibatkan genangan air di sejumlah lokasi. Tim gabungan berkoordinasi erat dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan yang komprehensif dan efektif di lapangan.
Kepala Polsek Cikelet Iptu Aktas Komalsyah Siregar menyatakan bahwa pengecekan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warga dan memantau kondisi terkini di lapangan pasca-hujan deras. Hujan lebat pada Sabtu malam menjadi pemicu utama meluapnya sungai-sungai yang mengalir di kawasan tersebut.
Kronologi dan Dampak Luapan Sungai di Cikelet
Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah selatan Garut, khususnya Kecamatan Cikelet, pada Sabtu (17/1) malam. Kondisi cuaca ekstrem ini menyebabkan tiga sungai besar yang bermuara ke laut meluap, menimbulkan genangan air di beberapa wilayah permukiman dan fasilitas umum.
Sungai-sungai yang meluap di Kecamatan Cikelet meliputi Sungai Cipasarangan di Kampung Cijambe, Desa Cijambe, serta Sungai Cicadas di Kampung Cicadas. Selain itu, Sungai Cimangke di Kampung Gunungsulah, Desa Cigadog, juga mengalami luapan air yang signifikan.
Dampak luapan sungai ini bervariasi di setiap lokasi terdampak. Sungai Cicadas dilaporkan meluap hingga menutup akses jalan desa, secara efektif mengisolasi beberapa area dan mengganggu mobilitas warga setempat. Sementara itu, luapan Sungai Cimangke menyebabkan air masuk ke rumah-rumah warga di Kampung Gunungsulah, Desa Cigadog, menimbulkan kerugian materiil bagi penduduk.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana alam, terutama di daerah-daerah yang rawan terhadap luapan sungai akibat curah hujan tinggi.
Respons Cepat dan Upaya Mitigasi Tim Gabungan
Menanggapi situasi darurat ini, jajaran kepolisian dari Polres Garut segera bergerak bersama TNI, aparatur desa dan kecamatan setempat, serta masyarakat. Mereka melakukan pengecekan menyeluruh dan pengamanan di lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada bahaya yang mengancam keselamatan warga.
Petugas gabungan secara aktif memantau terus-menerus debit air sungai yang meluap, mengidentifikasi titik-titik rawan, dan menyusun strategi penanganan. Selain itu, mereka juga bergerak ke sejumlah titik yang terdampak luapan sungai untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi luapan susulan.
Iptu Aktas Komalsyah Siregar menegaskan bahwa anggota kepolisian tidak hanya memantau debit air, tetapi juga memberikan bantuan langsung kepada warga yang terdampak. Koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali di seluruh area terdampak luapan sungai.
Hasil pengecekan awal di lapangan menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya korban jiwa akibat luapan sungai ini, sebuah kabar baik di tengah bencana. Masyarakat yang rumahnya terdampak banjir terpantau aman, dan kondisi aliran sungai juga sudah mulai surut, memberikan sedikit kelegaan serta harapan bagi warga untuk segera pulih.
Sumber: AntaraNews