Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut bergerak cepat menangani dampak banjir bandang yang melanda wilayah Cisurupan. Peristiwa ini menyebabkan puluhan rumah warga terdampak dan menyisakan material lumpur tebal. Tim gabungan telah diturunkan untuk melakukan penanganan dan pembersihan di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, mengonfirmasi bahwa penanganan masih terus berlangsung. Pihaknya berkoordinasi erat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) untuk membersihkan sisa lumpur yang mengendap. Upaya ini dilakukan demi mempercepat pemulihan kondisi lingkungan pasca-bencana.
Banjir bandang ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Cisurupan pada Kamis malam, 20 November. Luapan air yang deras kemudian menerjang permukiman penduduk di Kampung Pasar Kaler dan Cibinong, Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan. Kejadian ini menimbulkan kerugian material yang signifikan bagi warga setempat.
Advertisement
Advertisement
Banjir bandang di Cisurupan ini dipicu oleh drainase lingkungan dan tanggul yang tidak mampu menahan debit air yang sangat tinggi. Kondisi ini menyebabkan air meluap dan masuk ke area permukiman warga. Ketinggian air saat kejadian bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga mencapai 1 meter di beberapa titik.
Dampak dari banjir bandang ini cukup luas, tercatat 39 rumah di Kampung Pasar Kaler terdampak, dengan total penghuni sebanyak 169 orang. Selain itu, satu bangunan madrasah dan jalan umum di kampung tersebut juga ikut terendam. Sementara itu, di Kampung Cibinong, tujuh rumah terdampak dengan 21 penghuni, yang semuanya dilaporkan dalam kondisi selamat dan sehat.
Penanganan awal di lokasi dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama petugas gabungan. Warga aktif membersihkan material longsoran dan lumpur yang masuk ke rumah-rumah mereka. Satu unit alat berat juga diturunkan untuk membantu membersihkan jalan yang tertutup material banjir, memastikan akses kembali terbuka.
Advertisement
Advertisement
Penyebab utama banjir bandang Cisurupan adalah hujan deras yang terus-menerus dan kondisi infrastruktur drainase yang tidak memadai. Drainase lingkungan serta tanggul yang ada tidak mampu menampung volume air yang besar, sehingga menyebabkan luapan. Hal ini menunjukkan pentingnya evaluasi dan peningkatan sistem drainase di wilayah rawan banjir.
Masyarakat bersama petugas gabungan masih terus membersihkan material lumpur yang masuk ke dalam rumah-rumah penduduk. Kondisi ini memerlukan kerja keras dan koordinasi yang baik untuk mengembalikan lingkungan seperti semula. Fokus utama saat ini adalah memastikan semua area terdampak bersih dari sisa-sisa banjir.
Selain penanganan dampak, kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan juga menjadi perhatian serius. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh mengingatkan bahwa ada beberapa titik drainase lingkungan yang tersumbat material sampah dan sedimentasi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya banjir kembali jika hujan deras turun lagi di Cisurupan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews