Polisi Ekshumasi Warga Bekasi Korban TPPO di Kamboja, Ada Luka Jahitan Misterius
Tim Forensik Mabes Polri dan Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi atau membongkar makam Soleh Darmawan.
Tim Forensik Mabes Polri dan Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi atau membongkar makam Soleh Darmawan, untuk kepentingan penyidikan, Jumat (9/5). Soleh dimakamkan di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
"Jadi kami bersama dengan tim atau perwakilan keluarga turut diperlihatkan tubuh almarhum Soleh Darmawan bersama tim dokter forensik, bahwa kami telah melihat semuanya dalam kondisi baik," kata kuasa hukum keluarga Soleh Darmawan, Johny di lokasi.
Soleh Darmawan meninggal dunia pada 3 Maret 2025 di Kamboja. Jasadnya dipulangkan ke Indonesia pada 15 Maret 2025. Pihak keluarga curiga kematian Soleh tidak wajar karena ditemukan luka jahitan di bagian pinggang sebelah kanan.
Pihak keluarga menduga Soleh menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Namun setelah dilakukan ekshumasi, seluruh organ tubuh Almarhum Soleh masih lengkap.
"Kami telah melihat semuanya dalam kondisi baik, artinya organ tubuh itu lengkap, sehingga yang kami juga duga ada bentuk bekas jahitan itu memang hanya bekas celana atau luka biasa," ucapnya.
"Sedangkan ada hasil-hasil yang lain yang perlu diperiksa oleh tim dokter forensik kita akan tunggu lagi, karena itu perlu dibawa ke laboratorium Rumah Sakit Polri, untuk memastikan penyebab kematian yang sesungguhnya dari Soleh Darmawan," lanjut Johny.
Kanit V Renakta Polda Metro Jaya, AKP Andri Triputra mengatakan, dari ekshumasi tersebut pihaknya membawa beberapa organ tubuh Almarhum Soleh untuk diautopsi. Seperti jantung, paru-paru darah dan tulang.
"(Organ tubuh yang dibawa) ada jantung, ginjal, paru-paru, darah, tulang dan lain-lain, (hasil autopsi bisa dilihat) kemungkinan lebih kurang dua minggu, petugas yang dikerahkan dari Rumah Sakit Polri Kramatjati, dari Polda Metro Jaya, sama forensik," ungkapnya.
Soleh Darmawan berangkat ke Kamboja pada pertengahan Februari 2025. Sebelum berangkat, almarhum sempat meminta izin kepada ibunya untuk kerja di hotel di Thailand. Almarhum dijanjikan kerja di luar negeri itu oleh seorang wanita berinisial S.
Berselang beberapa hari, pihak keluarga dihubungi oleh Soleh yang mengatakan dirinya telah tiba di Thailand. Komunikasi itu pun rutin dilakukan, hingga pada 2 Maret 2025, pihak keluarga dihubungi oleh teman kerja Soleh melalui video call dan memperlihatkan kondisi pria berusia 24 tahun tersebut.
Dari video call itu kondisi Soleh cukup memprihatinkan. Soleh terlihat tidak berdaya dan tidak merespons saat ditegur atau disapa.
Sehari setelah komunikasi itu tepatnya pada 3 Maret 2025, keluarga kembali menerima telepon dari teman almarhum yang mengatakan Soleh telah meninggal. Saat itu juga pihak keluarga baru mengetahui kalau Soleh selama ini bekerja di Kamboja sebagai operator judi online, dan bukan di Thailand.