Jalan Berliku Pemulangan Jenazah PMI Asal Banyuwangi Korban TPPO Judi Online Kamboja, Sempat Terlunta-lunta Sebulan

Korban terperangkap dan dipekerjakan di sindikat judi online yang bermarkas di Phnom Phen, Kamboja dengan sasaran orang Indonesia.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
Jalan Berliku Pemulangan Jenazah PMI Asal Banyuwangi Korban TPPO Judi Online Kamboja, Sempat Terlunta-lunta Sebulan
Jalan Berliku Pemulangan Jenazah PMI Asal Banyuwangi Korban TPPO Judi Online Kamboja, Sempat Terlunta-lunta Sebulan (Merdeka.com)

Setelah melalui proses berliku, Rizal Sampurna (28) akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya di Lingkungan Klatak, Kelurahan Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Senin (12/5/2025) dini hari. Namun, ia kembali dalam kondisi sudah tak bernyawa. Tak pelak, kepulangan jenazah Rizal disambut hujan air mata di rumah duka.

Rizal merupakan pemuda asal Banyuwangi yang hendak memperbaiki nasib ekonomi keluarganya dengan bekerja ke luar negeri. Namun, pemuda polos ini justru terjebak sindikat perdagangan orang. Ia terperangkap dan dipekerjakan di sindikat judi online yang bermarkas di Phnom Phen, Kamboja dengan sasaran orang Indonesia.

Sulastri, ibu korban bersyukur karena akhirnya bisa bertemu dengan anaknya meski dalam kondisi yang sudah tak bernyawa dan disimpan dalam peti mati. Ia hanya bisa pasrah menerima kenyataan, putra kebanggaannya yang hendak berjuang merubah nasib ekonomi keluarga, kini justru pulang dalam keadaan tak bernyawa.

"Alhamdulillah, setidaknya sudah bisa pulang. Saya bersyukur," ujar Sulastri sembari berlinang air mata.

Ia hanya bisa mengikhlaskan kepergian Rizal. Sulastri pantas gundah gulana. Karena sebelumnya, kabar meninggalnya sang putra telah ia terima sejak beberapa pekan lalu.

Sulastri pertama kali mendengar kabar kematian sang putra pada 17 Maret 2025. Informasi resmi dari kepolisian Kamboja, pria yang bekerja sebagai admin di perusahaan judi online yang dilegalkan di Kamboja itu, meninggal karena sakit jantung. Namun, diduga karena berangkat dari jalur yang non prosedural, pemulangan Rizal harus melalui jalan berliku.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Saya sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya," pungkas Sulastri.

Korban langsung dimakamkan ke pemakaman umum di dekat rumahnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang ikut mengantar jenazah ke rumah duka, juga tak kuasa menahan haru. Ia berharap, ini menjadi kasus terakhir dan terulang kembali.

"Kami menyampaikan duka mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi ini," kata Ipuk.

Ipuk juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan instansi terkait yang turut membantu pemulangan jenazah.

Selain perwakilan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, pengantaran jenazah Rizal ke rumah duka turut didampingi sejumlah aktivis perlindungan pekerja migran Indonesia.

Rizal menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) karena diduga Rizal berangkat ke Kamboja secara non prosedural. Faktor ini yang membuat keberadaannya sempat sulit diketahui. Karena itu, Pemkab Banyuwangi berharap masyarakat agar berhati-hati jika mendapat iming-iming bekerja ke luar negeri.

"Tolong gunakan jalur resmi yang telah ditetapkan pemerintah," tegas Ipuk.

Biaya pemulangan jenazah Rizal awalnya akan dibiayai penuh oleh Pemkab Banyuwangi. Namun dalam perjalanan prosesnya KBRI Phnom Phen berhasil membuat nota diplomatik kepada kepolisian Kamboja, dan berhasil meminta pertangungjawaban perusahaan pemberi kerja untuk membiayai pemulangan jenazah.

Jenazah lalu dipulangkan dari Phnom Penh menuju Jakarta. Dilanjutkan dari Jakarta menuju Bandara Juanda Surabaya. Proses dan biaya dari Juanda Surabaya menuju rumah duka difasilitasi oleh Pemkab Banyuwangi.

Rekomendasi