Polda Maluku Perketat Pengawasan Pelabuhan, Pastikan Arus Mudik Lebaran Aman dan Terkendali
Polda Maluku siaga penuh mengamankan arus mudik Lebaran 1447 H, khususnya di Pelabuhan Hunimua, dengan pengerahan ribuan personel dan sinergitas lintas instansi demi kelancaran perjalanan.
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memperketat pengawasan di Pelabuhan Penyeberangan Feri Hunimua, Liang, Maluku Tengah, menjelang H-2 Lebaran 1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk memastikan arus mudik tetap aman dan terkendali, meskipun volume penumpang mulai menurun.
Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menegaskan bahwa seluruh personel siaga penuh. Mereka bertugas menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik, terutama di jalur penyeberangan laut.
Personel Operasi Ketupat Salawaku 2026 dikerahkan secara maksimal. Pengamanan difokuskan pada aktivitas penumpang yang tiba maupun berangkat menuju Pelabuhan Waipirit, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Pengawasan Ketat di Pelabuhan Hunimua
Pengamanan di Pelabuhan Hunimua dilakukan melalui sinergisitas kuat antara Polda Maluku, Polresta Ambon, TNI AL, Dinas Perhubungan, serta ASDP. Petugas aktif memantau arus penumpang, mengatur antrean kendaraan, dan memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan.
Pada H-2 Lebaran, arus penumpang di Pelabuhan Hunimua terpantau lebih landai dibandingkan hari-hari sebelumnya, namun aktivitas penyeberangan tetap berjalan lancar dan terkendali. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan pelabuhan juga terpantau aman dan kondusif hingga akhir kegiatan.
Pemerintah Provinsi Maluku turut mendukung kelancaran mudik dengan menyediakan 800 tiket gratis. Tiket ini berlaku untuk rute Hunimua–Waipirit dan sebaliknya, membantu mengurangi beban pemudik.
Sinergitas Lintas Instansi Kunci Keamanan Arus Mudik
Kombes Pol Rositah Umasugi, selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Salawaku 2026, menekankan bahwa pengamanan diperketat pada fase krusial menjelang Idul Fitri. Ini merupakan bagian dari upaya Polda Maluku untuk menjaga stabilitas selama periode libur panjang.
Sinergitas lintas instansi menjadi kunci utama dalam mendukung pengamanan mudik di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis unik. Kolaborasi ini memastikan cakupan pengamanan yang luas dan efektif.
“Kolaborasi antara Polri, TNI, dan stakeholder terkait menjadi bagian penting untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucap Rositah. Ia menambahkan bahwa upaya ini bertujuan agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh pemudik.
Pengerahan Ribuan Personel dan Pos Pengamanan Strategis
Polda Maluku mengerahkan sebanyak 2.201 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026. Pengerahan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di seluruh wilayah Maluku.
Dari total kekuatan tersebut, 252 personel berasal dari Polda Maluku, 1.696 personel dari Polres/Polresta jajaran, serta 637 personel dari unsur terkait. Unsur terkait ini meliputi TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi pendukung lainnya.
Pengamanan difokuskan pada 1.353 lokasi strategis, termasuk 1.256 masjid, 380 lokasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri, 88 tempat wisata, 41 pelabuhan, 10 bandara, serta 32 pusat perbelanjaan dan sejumlah pasar. Selain itu, aparat kepolisian juga mendirikan 78 pos yang terdiri dari 44 Pos Pengamanan, 24 Pos Pelayanan, dan 10 Pos Terpadu di titik-titik strategis.
Sumber: AntaraNews