Polda Maluku Siagakan 2.201 Personel untuk Pengamanan Idul Fitri 2026
Polda Maluku mengerahkan 2.201 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk menjamin keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di seluruh wilayah Maluku, membuat masyarakat penasaran akan detailnya.
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku telah menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Maluku. Sebanyak 2.201 personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2026 guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Pengerahan masif ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 yang berlangsung di Lapangan Chr Tahapary Polda Maluku, Tantui, Ambon, pada Kamis (12/3). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku yang didampingi Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto serta jajaran pimpinan TNI setempat.
Langkah ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama arus mudik, pelaksanaan ibadah, hingga arus balik Lebaran. Pengamanan Idul Fitri 2026 ini mencakup berbagai titik strategis di seluruh wilayah Maluku.
Ribuan Personel Gabungan Amankan Maluku
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menjelaskan bahwa 2.201 personel yang dilibatkan merupakan gabungan dari berbagai unsur. Mereka akan mendukung penuh pengamanan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Lebaran.
Rinciannya, sebanyak 252 personel berasal dari Polda Maluku, 1.696 personel dari Polres/Polresta jajaran, serta 637 personel dari unsur terkait. Unsur terkait ini meliputi TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi pendukung lainnya.
Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan sinergi kuat dalam menjaga stabilitas keamanan di Maluku. Hal ini penting untuk memastikan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan kondusif dan lancar bagi seluruh masyarakat.
Puluhan Pos Pengamanan dan Pelayanan Disiapkan
Selain pengerahan personel, aparat kepolisian juga mendirikan puluhan pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis di Maluku. Total ada 78 pos yang telah disiapkan untuk mendukung Operasi Ketupat 2026.
Pos-pos tersebut terdiri dari 44 Pos Pengamanan, 24 Pos Pelayanan, dan 10 Pos Terpadu. Pos-pos ini akan menjadi pusat koordinasi pengamanan sekaligus tempat pelayanan bagi masyarakat.
Fasilitas ini beroperasi selama masa arus mudik hingga arus balik Lebaran. Keberadaan pos ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses bantuan, informasi, dan layanan kesehatan jika diperlukan.
Fokus Pengamanan di Lokasi Strategis
Pengamanan juga difokuskan pada 1.353 lokasi yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri. Ini termasuk 1.256 masjid dan 380 lokasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
Selain itu, 88 tempat wisata, 41 pelabuhan, 10 bandara, serta 32 pusat perbelanjaan dan sejumlah pasar juga menjadi prioritas pengamanan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas dan potensi kerawanan.
Tujuan utama adalah memastikan seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri, mulai dari pelaksanaan ibadah, arus mudik, hingga aktivitas masyarakat di tempat-tempat publik, dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Operasi Ketupat merupakan upaya rutin kepolisian setiap tahun.
Sumber: AntaraNews