Polda Maluku Perketat Pengamanan Paskah dan Pukul Sapu, Jamin Keamanan Ibadah dan Tradisi
Polda Maluku mengerahkan pengamanan terpadu untuk memastikan kelancaran perayaan Paskah dan tradisi Pukul Sapu di Maluku. Simak strategi lengkapnya agar ibadah dan budaya tetap terjaga.
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku telah mengambil langkah strategis dengan menyiapkan pengamanan terpadu menjelang dua agenda besar di wilayahnya. Persiapan ini meliputi perayaan Paskah 2026 yang akan datang serta tradisi adat Pukul Sapu yang akan berlangsung di Negeri Mamala–Morella, Ambon.
Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto, menegaskan bahwa pola pengamanan ini akan dilakukan secara terencana, terukur, dan humanis. Pendekatan persuasif kepada masyarakat menjadi prioritas utama demi menjaga kondusifitas wilayah selama pelaksanaan kedua kegiatan tersebut.
Rapat kesiapan telah digelar di Command Center Polda Maluku, melibatkan Wakapolda, Irwasda, pejabat utama Polda Maluku, serta Kapolres jajaran melalui virtual meeting. Pertemuan ini penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pola pengamanan yang optimal.
Strategi Pengamanan Paskah 2026
Perayaan Paskah merupakan momentum sakral bagi umat Kristiani yang memerlukan jaminan keamanan penuh dari aparat. Polda Maluku berkomitmen untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung khusyuk dan kondusif tanpa gangguan berarti.
Kapolda Dadang Hartanto secara tegas menekankan pentingnya sinergitas seluruh personel dalam pelaksanaan pengamanan Paskah. Tujuannya adalah memberikan rasa aman yang maksimal bagi seluruh masyarakat yang akan menjalankan ibadah di berbagai gereja.
Seluruh jajaran kepolisian diinstruksikan untuk melakukan pemetaan potensi kerawanan secara menyeluruh dan detail. Pengamanan akan mencakup rumah ibadah, jalur mobilitas masyarakat, hingga titik-titik keramaian yang menjadi fokus utama perhatian.
Menjaga Kelestarian Tradisi Pukul Sapu
Selain Paskah, tradisi Pukul Sapu di Mamala dan Morella juga menjadi perhatian khusus dalam rencana pengamanan Polda Maluku. Tradisi ini menarik banyak partisipasi masyarakat lokal serta wisatawan, menjadikannya agenda penting yang perlu dijaga kelancarannya.
Kapolda menegaskan bahwa Pukul Sapu adalah warisan budaya berharga yang harus dilestarikan dengan pengamanan yang profesional. Tujuannya adalah agar acara berjalan lancar tanpa mengurangi nilai sakral dan keaslian tradisi tersebut.
Pengamanan tradisi ini akan dilakukan secara cermat untuk mengantisipasi segala potensi gangguan yang mungkin muncul. Hal ini sekaligus menunjukkan dukungan penuh Polda Maluku terhadap pelestarian budaya lokal sebagai identitas penting Maluku.
Sinergi Lintas Sektor untuk Keamanan Bersama
Kapolda Maluku juga menyoroti pentingnya sinergisitas lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Kolaborasi erat dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh adat menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan terpadu.
Langkah preventif dan deteksi dini harus dikedepankan secara proaktif untuk mengantisipasi potensi gangguan. Setiap ancaman harus diidentifikasi dan ditangani dengan cepat sebelum berkembang menjadi masalah nyata yang lebih besar.
Seluruh personel diingatkan untuk selalu menjaga profesionalisme tinggi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Komitmen ini merupakan bagian integral dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama periode pengamanan berlangsung.
Sumber: AntaraNews