Brimob Sultra Pastikan Keamanan, Lakukan Sterilisasi Gereja Jelang Paskah 2026 di Kendari
Jelang perayaan Paskah 2026, Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sultra gencar melakukan sterilisasi gereja di Kendari. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani beribadah.
Detasemen Gegana Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat menjelang perayaan Paskah 2026. Sebanyak 15 gereja di Kota Kendari telah disterilisasi guna menjamin keamanan ibadah umat Kristiani. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Kendari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Satbrimob Polda Sultra, Kompol I Gusti Komang Sulastra, memimpin langsung operasi pengamanan ini. Ia menegaskan bahwa sterilisasi dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman, termasuk bahan peledak dan gangguan lainnya. Kegiatan ini melibatkan 40 personel Gegana yang terbagi dalam empat komposit untuk menyisir berbagai lokasi.
Seluruh lokasi ibadah umat Kristiani dipastikan dalam kondisi aman dan bebas dari berbagai potensi bahaya. Hal ini bertujuan agar perayaan Paskah 2026 dapat berjalan lancar dan khidmat tanpa ada kekhawatiran. Masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.
Prosedur Sterilisasi dan Area Cakupan Pengamanan Paskah
Proses sterilisasi gereja jelang Paskah 2026 di Kendari dilakukan secara menyeluruh oleh personel Gegana Satbrimob Polda Sultra. Tim yang bertugas dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih untuk mendeteksi potensi ancaman. Peralatan tersebut meliputi alat penjinak bom (jibom), peralatan wanteror, serta peralatan kimia, biologi, dan radioaktif (KBR). Kendaraan operasional pendukung juga turut dikerahkan untuk memperlancar tugas di lapangan.
Kompol I Gusti Komang Sulastra menjelaskan bahwa sterilisasi mencakup 15 gereja yang tersebar di beberapa zona strategis. Area yang menjadi fokus pengamanan meliputi wilayah Baruga, Mandonga, Kemaraya, Kandai, Abeli, Poasia, hingga Ranomeeto dan Konda. Pembagian zona ini memastikan bahwa setiap gereja mendapatkan perhatian penuh dan sterilisasi dilakukan secara merata.
Penyisiran di setiap gereja dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan. Setiap sudut bangunan, mulai dari ruang utama hingga area pendukung, diperiksa secara detail. Tujuan utama dari proses ini adalah menghilangkan segala bentuk potensi bahaya yang dapat mengganggu jalannya ibadah Paskah.
Hasil Sterilisasi dan Imbauan Keamanan Paskah
Hasil dari upaya sterilisasi yang dilakukan oleh Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sultra menunjukkan kondisi yang sangat positif. Seluruh gereja yang telah diperiksa dinyatakan aman dan tidak ditemukan adanya benda mencurigakan. Tidak ada indikasi ancaman berbahaya yang terdeteksi selama proses sterilisasi berlangsung.
Kompol Gusti Komang Sulastra menegaskan bahwa kegiatan ibadah Paskah pagi di seluruh gereja yang disterilisasi berjalan aman dan lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Kendari secara keseluruhan tetap kondusif. Ini membuktikan efektivitas langkah-langkah pengamanan yang telah diterapkan oleh pihak kepolisian.
Selain melakukan sterilisasi, Polri juga terus mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan bersama. Masyarakat diminta untuk tetap menjaga ketertiban dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar. Kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, khususnya menjelang Paskah 2026.
Sumber: AntaraNews