PSI Gelar Perayaan Paskah, Grace Natalie Bicara soal Rawat Toleransi
Grace menceritakan, toleransi antar umat beragama selalu dirawat di internal PSI.
Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie mengingatkan bahwa toleransi harus terus ditegakkan dan diperjuangkan. Hal tersebut disampaikannya saat memberi sambutan dalam Perayaan Paskah di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (7/4) malam.
Grace menceritakan, toleransi antar umat beragama selalu dirawat di internal PSI. Terlihat dari susunan kepanitiaan Paskah yang terdiri dari berbagai unsur agama. Begitu pula saat DPP PSI menggelar program Mudik Bareng beberapa waktu lalu dengan panitianya lintas agama, tak hanya umat Islam.
"Mulai dari yang Kristen, Katolik, dan Islam itu menjadi panitia Paskah di PSI, bahkan yang cari uang juga sebenarnya gak merayakan Paskah. Kenapa saya ceritakan, ini mungkin bisa memberikan sedikit gambaran bagaimana toleransi di PSI kami hidupi, kami rawat, dan kami rayakan bersama-sama," kata Grace.
Dia mengatakan, pada pemilihan legislatif pun PSI membuka ruang dan memfasilitasi kelompok minoritas untuk ikut berkontestasi dan sebagian dari mereka terpilih menjadi legislator.
PSI Beri Ruang untuk Berkontestasi
"Ada banyak sekali bahkan lebih dari 50 persen itu adalah yang biasanya dilabeli ‘minoritas’ di negara ini, tapi di PSI mereka diberi ruang untuk ikut berkontestasi dan akhirnya terpilih menjadi anggota legislatif tidak hanya di kantong-kantong Kristen ya tapi di banyak tempat,” katanya..
Selain itu, para legislator PSI di banyak daerah turut memperjuangkan dan menggolkan Peraturan Daerah (Perda) Toleransi.
Perayaan Paskah perdana DPP PSI ini juga dihadiri Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, Wakil Ketua Umum DPP PSI sekaligus Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka, Bendahara Umum DPP PSI Fenty Noverita, dan jajaran pengurus lain.