Perayaan Paskah di Gereja Protestan Indonesia Papua (GPI) Elim Abepura, Kota Jayapura, Papua, menjadi momen penting bagi jemaat untuk merefleksikan iman. Pendeta Vero Balubun menekankan bahwa perayaan ini adalah kesempatan penguatan spiritual. Jemaat diajak hidup dalam nilai-nilai kasih dan pembaruan, selaras dengan Makna Perayaan Paskah dan kebangkitan Kristus.
Ibadah Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) yang dirangkai dengan malam puji-pujian telah dilaksanakan. Acara ini berlangsung dari Sabtu (4/3) pukul 18.30 WIT hingga Minggu dini hari pukul 03.00 WIT, menyongsong fajar Paskah. Ribuan jemaat turut serta dalam rangkaian kegiatan yang aman dan nyaman.
Kegiatan Paskah di GPI Elim Abepura tidak hanya berpusat pada ibadah formal, tetapi juga melibatkan berbagai aktivitas komunitas. Hal ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan dan menghayati kebangkitan Kristus secara mendalam. Berbagai denominasi gereja lain di wilayah Abepura juga ikut berpartisipasi.
Advertisement
Advertisement
Pendeta Vero Balubun dari GPI Elim Abepura menjelaskan Makna Perayaan Paskah, bahwa kuasa kebangkitan Kristus memiliki kemampuan luar biasa. Kuasa ini mampu mengubah arah hidup manusia menjadi lebih baik. Kebangkitan Kristus juga memberikan keberanian untuk menjalankan misi ilahi serta membawa pembaruan sejati.
Menurut Vero, kuasa kebangkitan membarui kemanusiaan dari manusia lama yang dipenuhi egoisme, kebencian, dan ketidakpedulian. Hal ini mengubahnya menjadi manusia baru yang memancarkan kasih, menghargai sesama, dan memuliakan seluruh ciptaan.
Dia menjelaskan dalam pembacaan Alkitab dari Kitab Yohanes 20:1-10 mengisahkan bahwa perjumpaan Maria dengan Yesus mengubah kesedihan dan ketakutan menjadi kekuatan untuk bersaksi. “Kuasa kebangkitan Kristus mampu mengubah arah hidup manusia, memberi keberanian menjalankan misi serta membawa pembaruan sejati,” ujarnya.
Advertisement
Advertisement
GPI Elim Abepura melaksanakan Ibadah Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) yang sangat meriah. Acara ini dirangkaikan dengan malam puji-pujian yang berlangsung intens, dimulai pada Sabtu (4/3) pukul 18.30 WIT hingga Minggu dini hari pukul 03.00 WIT.
Ketua Panitia Hari Besar Gerejawi (PHBG), Marthen Timisela, mengatakan berbagai kegiatan dalam malam penyegaran iman tersebut. Mulai dari puji-pujian oleh wadah pelayanan, cerdas cermat Alkitab, praise and worship, hingga fragmen penyaliban yang diperankan oleh pemuda gereja.
Suasana kebersamaan juga semakin terasa melalui kegiatan jalan obor dan tradisi pencarian telur Paskah. “Pawai obor Paskah diikuti oleh ribuan jemaat, baik dari GPI Elim maupun sejumlah denominasi gereja lain di wilayah Abepura,” katanya. Dia mengaku bersyukur seluruh rangkaian kegiatan Paskah dapat berjalan aman dan nyaman.
Advertisement
Sumber: AntaraNews