Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menyampaikan pesan mendalam mengenai makna Paskah 2026. Beliau menegaskan bahwa perayaan kebangkitan Yesus Kristus ini merupakan kesempatan berharga bagi seluruh umat Kristiani untuk menyebarluaskan pesan damai. Pesan ini menjadi sangat relevan di tengah berbagai pergolakan dan konflik yang melanda dunia saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Uskup Agung Hironimus usai memimpin Misa Paskah Pontifikal di Gereja Paroki St. Petrus TDM, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu, 5 April 2026. Misa ini menjadi wadah untuk menggaungkan pesan kegembalaan kepada umat, menekankan pentingnya perdamaian yang berakar dari iman.
Dalam khotbahnya, Uskup Agung menyoroti bahwa damai sejati tidak dapat diberikan oleh dunia, melainkan hanya berasal dari Tuhan sendiri. Oleh karena itu, setiap individu yang membuka hati untuk menerima damai tersebut akan memiliki pengaruh besar dalam menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Damai Sejahtera di Tengah Pergolakan Dunia
Uskup Agung Hironimus secara khusus menekankan bahwa pesan utama Paskah kali ini adalah perdamaian. Ia mengibaratkan bagaimana Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada para murid-Nya dalam ruang tertutup dan memberikan damai sejahtera kepada mereka. Hal ini menjadi cerminan bagi para murid di zaman modern untuk turut membawa damai ke lingkungan sekitar.
Semangat perdamaian ini menjadi sangat krusial, mengingat situasi global yang tidak kondusif sejak masa pra-Paskah hingga Paskah. Berbagai pergolakan dan perang terus terjadi, menciptakan ketidakpastian dan penderitaan di banyak belahan dunia.
Oleh karena itu, Uskup Agung mengingatkan bahwa damai harus dimulai dari diri sendiri, kemudian menyebar ke dalam keluarga, komunitas, dan masyarakat sekitar. Dari sanalah, benih-benih perdamaian akan tumbuh dan menyebar luas, menciptakan dampak positif yang lebih besar.
Advertisement
Advertisement
Transformasi Iman dan Kesaksian Perdamaian
Paskah, menurut Uskup Agung Hironimus, bukan hanya sekadar perayaan kebangkitan Yesus, tetapi juga kebangkitan iman seluruh umat beriman. Ini adalah momen untuk mengalami transformasi spiritual yang mendalam, terutama dalam iman Kristiani.
Ia mengajak umat agar tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus secara simbolis, tetapi juga mengalami perubahan iman yang nyata. Transformasi ini diharapkan mendorong umat untuk berani menjadi saksi kebenaran, kebaikan, keadilan, dan teristimewa perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Paskah, umat diharapkan berubah dari sekadar murid menjadi orang-orang yang sungguh-sungguh beriman dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Perubahan ini juga mencakup keberanian untuk bersaksi tentang nilai-nilai luhur tersebut di tengah dunia yang sering kali diliputi oleh konflik dan ketidakadilan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews