Kepolisian Daerah (Polda) Maluku telah menyiagakan sebanyak 707 personel gabungan guna memastikan kelancaran dan keamanan malam takbiran serta pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Ambon. Pengerahan besar-besaran ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Salawaku 2026 yang berfokus pada aspek kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan utama operasi ini adalah menciptakan suasana kondusif bagi seluruh warga Ambon dalam merayakan hari raya.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan pentingnya seluruh personel melaksanakan tugas dengan baik dan mengedepankan sikap humanis saat berinteraksi dengan publik. Beliau menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri, harus menjadi prioritas utama. Kesiapsiagaan ini diharapkan dapat mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang mungkin timbul.
Kesiapan pengamanan ini ditandai dengan apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Lapangan Letkol Pol Chr. Tahapary, Tantui, Ambon, pada Jumat (20/3). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Iman Tobroni, menunjukkan komitmen pimpinan dalam memastikan kesuksesan operasi ini. Seluruh elemen yang terlibat telah siap untuk menjalankan tugasnya demi kelancaran perayaan Idul Fitri.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pengamanan Humanis dan Koordinasi Lintas Instansi
Apel gelar pasukan melibatkan pejabat utama Polda Maluku, Kapolresta Ambon, serta personel gabungan yang akan bertugas dalam Operasi Ketupat Salawaku 2026. Selain unsur Polri, pengamanan ini juga diperkuat oleh personel TNI dari Kodam XV/Pattimura, termasuk Pomdam, Yonif 733 Raider, Denkav 5 BLC, serta Kodim 1504 Ambon. Keterlibatan berbagai instansi ini menunjukkan upaya kolaboratif untuk mencapai tujuan keamanan bersama.
Dalam arahannya, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto secara khusus menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap tindakan pengamanan. Beliau juga mengingatkan seluruh personel mengenai vitalnya koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.
Koordinasi yang solid antara Polri dan TNI menjadi kunci dalam menghadapi tantangan keamanan selama periode Idul Fitri. Sinergi ini memastikan bahwa setiap langkah pengamanan dilakukan secara terencana dan terukur. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang merayakan.
Advertisement
Advertisement
Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Kewaspadaan Tinggi
Kapolda juga mengingatkan personel untuk mewaspadai sejumlah potensi gangguan kamtibmas yang kerap terjadi saat perayaan, seperti balap liar, penggunaan petasan, hingga konvoi tidak tertib. Aktivitas-aktivitas tersebut berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan mengganggu ketertiban umum. Oleh karena itu, langkah antisipasi yang cermat sangat diperlukan.
“Apabila ditemukan potensi gangguan, lakukan langkah sesuai prosedur. Jika situasi membahayakan, lakukan tindakan tegas dan terukur,” tegas Irjen Pol Dadang Hartanto. Penegasan ini menggarisbawahi pentingnya penegakan hukum yang konsisten namun tetap dalam koridor prosedur. Tujuannya adalah menjaga keamanan tanpa menimbulkan ekses negatif.
Selain itu, seluruh personel diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan jalanan, konsumsi minuman keras, serta potensi ancaman lain seperti terorisme dan bencana alam. Peningkatan kewaspadaan ini mencakup pengawasan di berbagai titik strategis dan keramaian. Langkah proaktif sangat penting untuk mitigasi risiko.
Advertisement
Polda Maluku juga mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban selama malam takbiran serta pelaksanaan Salat Idul Fitri. Warga diminta tidak melakukan konvoi berlebihan, menghindari penggunaan petasan, dan mematuhi aturan lalu lintas. Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan pengamanan bersama.
Sumber: AntaraNews