Polda Maluku Kerahkan 2.403 Personel untuk Pengamanan Nataru Maluku 2026

Polda Maluku siapkan ribuan personel gabungan dalam Operasi Lilin Salawaku 2025 untuk menjamin kelancaran dan keamanan Pengamanan Nataru Maluku 2026 di seluruh wilayah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Maluku Kerahkan 2.403 Personel untuk Pengamanan Nataru Maluku 2026
Polda Maluku siapkan ribuan personel gabungan dalam Operasi Lilin Salawaku 2025 untuk menjamin kelancaran dan keamanan Pengamanan Nataru Maluku 2026 di seluruh wilayah. (AntaraNews)

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku akan mengerahkan total 2.403 personel gabungan guna mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pengerahan ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Salawaku 2025 yang akan berlangsung selama 14 hari. Operasi tersebut dijadwalkan dimulai pada 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mendatang.

Tujuan utama dari operasi berskala besar ini adalah untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam keterangan pers di Ambon pada Selasa, 16 Desember 2025.

Ribuan personel gabungan ini akan ditempatkan di 676 objek pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah Maluku. Pengamanan ini mencakup berbagai lokasi vital, mulai dari tempat ibadah hingga fasilitas transportasi. Langkah antisipatif ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama periode libur panjang akhir tahun.

Polda Maluku telah merinci komposisi 2.403 personel yang akan bertugas dalam Operasi Lilin Salawaku 2025. Sebanyak 250 personel berasal dari Polda Maluku sendiri, sementara 1.356 personel merupakan anggota Polres jajaran. Selain itu, 797 personel lainnya berasal dari berbagai unsur pemangku kepentingan terkait.

Seluruh personel ini akan disiagakan untuk mengamankan ratusan objek vital yang telah teridentifikasi. Objek-objek tersebut meliputi gereja, destinasi wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, dan bandara. Lokasi perayaan pergantian malam Tahun Baru juga menjadi fokus utama pengamanan.

Guna mendukung kelancaran operasi, Polda Maluku juga menyiapkan infrastruktur pengamanan yang memadai. Sebanyak 47 pos pengamanan, 27 pos pelayanan, dan 8 pos terpadu akan didirikan di berbagai titik strategis. Fasilitas ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kemudahan akses bagi masyarakat selama periode Pengamanan Nataru Maluku.

Kapolda Irjen Pol Dadang Hartanto berharap perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung dalam situasi yang aman, lancar, dan kondusif. Aman berarti aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh gangguan kamtibmas. Lancar diartikan masyarakat merasa nyaman, tenang dan damai dalam beraktivitas, sedangkan kondusif berarti situasi secara keseluruhan mendukung produktivitas masyarakat.

Menjelang puncak perayaan Natal pada 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026, Polda Maluku turut menggelar Kegiatan Rutin Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD). Kegiatan ini melibatkan sinergi antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah. Pelaksanaan KRYD bertujuan memastikan seluruh rangkaian perayaan berlangsung aman dan terkendali.

Pengamanan tempat ibadah, khususnya gereja, menjadi atensi utama dalam operasi ini. Kapolda secara tegas menyatakan bahwa tidak boleh ada satu pun gereja yang luput dari pengamanan. Metode pengamanan dapat melibatkan Pamswakarsa, namun seluruh gereja harus tetap mendapatkan penjagaan yang optimal.

"Tidak ada rumah ibadah pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru yang tidak dijaga," tegas Kapolda. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Polda Maluku dalam menjamin kebebasan beribadah masyarakat. Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan setiap gereja memiliki skema pengamanan yang sesuai.

Selain pengamanan di darat, Kapolda juga menyoroti tingginya mobilitas masyarakat di Maluku yang didominasi oleh transportasi laut. Oleh karena itu, aspek keselamatan pelayaran menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan. Pencegahan kecelakaan laut harus dilakukan sejak awal untuk memastikan keamanan perjalanan masyarakat.

Langkah-langkah preventif meliputi pengecekan fasilitas keselamatan kapal dan proses pelayaran secara menyeluruh. Setiap kapal yang beroperasi harus memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan. Hal ini penting mengingat kondisi geografis Maluku yang banyak melibatkan perjalanan antar pulau.

"Jika terjadi kecelakaan, harus bisa segera direspons," ucap Kapolda. Kesiapsiagaan tim SAR dan respons cepat terhadap insiden di laut menjadi prioritas. Koordinasi antar instansi terkait, seperti Basarnas dan Dinas Perhubungan, diperkuat untuk memastikan penanganan yang efektif dalam situasi darurat.

Upaya ini adalah bagian integral dari Pengamanan Nataru Maluku secara keseluruhan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir risiko dan memberikan rasa aman bagi para pengguna jasa transportasi laut. Keselamatan jiwa masyarakat adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi