Pengamanan Mudik Lebaran 2026: Ditpolairud Sumsel Siagakan 300 Personel dan Puluhan Kapal
Ditpolairud Sumsel mengerahkan 300 personel dan 25 kapal patroli guna memastikan kelancaran dan keselamatan selama Pengamanan Mudik Lebaran 2026 di jalur perairan. Simak selengkapnya!
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan menyiagakan total 300 personel. Mereka akan bertugas mengamankan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di seluruh jalur perairan wilayah Sumsel. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran serta keselamatan para pemudik yang memilih jalur laut.
Direktur Ditpolairud Polda Sumsel, Kombes Pol Heru Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat. Lonjakan ini tidak hanya terjadi di jalur darat, tetapi juga signifikan di jalur perairan. Oleh karena itu, persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari.
Selain personel, sebanyak 25 kapal patroli juga telah disiapkan untuk mendukung operasi pengamanan ini. Tujuh belas kapal telah disebar ke berbagai wilayah perairan strategis. Sementara itu, delapan unit lainnya disiagakan di markas komando, termasuk dua Rigid Inflatable Boat (RIB), untuk respons cepat.
Fokus Pengamanan di Titik Rawan Lonjakan Pemudik
Ditpolairud Polda Sumsel telah memetakan sedikitnya lima titik yang diprediksi akan mengalami lonjakan pemudik melalui jalur perairan. Titik-titik ini menjadi prioritas utama dalam Pengamanan Mudik Lebaran 2026. Area yang dimaksud meliputi Pelabuhan Boom Baru, Pelabuhan Tanjung Api-Api, serta pelabuhan masyarakat di Desa Srimenanti.
Selain itu, Dermaga Pasar 16 Ilir dan perairan Sungai Musi juga masuk dalam daftar fokus pengamanan. Konsentrasi personel dan armada di lokasi-lokasi ini bertujuan untuk mengantisipasi kepadatan. Hal ini juga untuk mencegah potensi insiden yang mungkin terjadi akibat peningkatan jumlah pemudik.
Kelima titik tersebut menjadi fokus pengamanan guna memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat. Mereka melakukan perjalanan melalui jalur air selama periode mudik Lebaran 2026. Pengawasan ketat akan diterapkan untuk menjamin keamanan para pemudik.
Antisipasi Kecelakaan di Jalur Perairan Berisiko Tinggi
Pihak Ditpolairud Polda Sumsel juga mengidentifikasi sejumlah wilayah perairan yang rawan kecelakaan. Pemetaan ini krusial untuk menempatkan personel secara strategis. Dengan demikian, potensi insiden dapat diminimalisir selama arus mudik Lebaran.
Beberapa area yang diwaspadai meliputi perairan Sungsang hingga Selat Bangka, serta perairan Karang Agung. Selain itu, perairan Air Sugihan hingga Selat Bangka juga termasuk dalam daftar wilayah berisiko tinggi. Perairan Sungai Musi hingga muara Sungsang juga menjadi perhatian khusus.
Kombes Pol Heru Agung Nugroho menyatakan, “Di beberapa titik tersebut kami menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di jalur perairan selama arus mudik Lebaran.” Penempatan personel di lokasi-lokasi ini menjadi langkah preventif penting.
Dukungan Personel dan Armada untuk Kelancaran Arus Mudik
Untuk mendukung Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Ditpolairud Polda Sumsel tidak hanya mengandalkan personel inti. Mereka juga mendapatkan dukungan dari empat polres jajaran yang turut membantu pengamanan di wilayah perairan. Kolaborasi ini memperkuat jangkauan pengawasan dan respons cepat.
Total 25 kapal patroli dikerahkan, dengan 17 di antaranya telah disebar ke berbagai wilayah perairan. Sementara itu, enam kapal patroli dan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) disiagakan di markas komando. Armada ini siap bergerak kapan saja jika dibutuhkan untuk operasi penyelamatan atau penanganan insiden.
Pengerahan sumber daya besar ini menunjukkan komitmen Ditpolairud Polda Sumsel. Mereka berupaya maksimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban di jalur perairan. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman.
Sumber: AntaraNews