BPTD Maluku Siapkan 9 Posko Terpadu untuk Kelancaran Angkutan Lebaran 2026
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Maluku membuka sembilan posko terpadu guna memastikan kelancaran dan keamanan Angkutan Lebaran 2026 di seluruh wilayah Maluku, mengantisipasi lonjakan penumpang hingga 4 persen.
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Maluku telah secara resmi membuka sembilan posko terpadu untuk menyukseskan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Idul Fitri 2026. Pembukaan posko ini bertujuan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap pelayanan transportasi di seluruh wilayah Maluku. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap prediksi peningkatan jumlah penumpang.
Kepala BPTD Maluku, Hasan Bisri, menyatakan bahwa empat dari sembilan posko tersebut ditempatkan di pelabuhan penyeberangan utama yang memiliki mobilitas penumpang sangat tinggi. Pelabuhan-pelabuhan tersebut meliputi Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala, dan Namlea, yang menjadi pintu gerbang penting bagi pergerakan masyarakat. Penempatan posko ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kendala selama masa puncak arus mudik dan balik Lebaran.
Selain posko di pelabuhan, BPTD Maluku juga menyiapkan beberapa posko perhitungan lalu lintas di titik-titik strategis lainnya. Lokasi-lokasi tersebut mencakup kawasan MCM, area bawah Jembatan Merah Putih, Wayame, serta unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor (UPPKB) Passo atau jembatan timbang. Total 167 personel akan disebar di seluruh posko untuk memastikan pengawasan optimal dan pelayanan prima bagi pengguna jasa transportasi.
Fokus Penempatan Posko dan Pengawasan Angkutan Lebaran 2026
Penempatan posko terpadu Angkutan Lebaran 2026 oleh BPTD Maluku difokuskan pada titik-titik vital untuk memastikan kelancaran arus penumpang dan kendaraan. Empat posko utama berlokasi di pelabuhan penyeberangan dengan tingkat kepadatan tinggi, yaitu Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala, dan Namlea. Keberadaan posko di lokasi ini sangat krusial mengingat tingginya volume pergerakan masyarakat yang menggunakan transportasi laut selama periode Lebaran.
Selain pelabuhan, BPTD Maluku juga mengoperasikan posko perhitungan lalu lintas di beberapa lokasi strategis di darat. Titik-titik ini mencakup kawasan MCM, area di bawah Jembatan Merah Putih, Wayame, dan UPPKB Passo atau jembatan timbang. Posko-posko ini berfungsi untuk memantau pergerakan lalu lintas dan memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, terutama terkait kapasitas angkut kendaraan.
Meskipun UPPKB Passo secara instruksi pusat seharusnya disiapkan sebagai rest area, BPTD Maluku menjelaskan bahwa hal tersebut tidak memungkinkan. Lokasi UPPKB Passo yang relatif dekat dengan pusat Kota Ambon dinilai kurang efektif sebagai tempat beristirahat bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, fokus utama di UPPKB Passo tetap pada fungsi penimbangan dan pengawasan kendaraan.
Koordinasi Lintas Sektor dan Kesiapan Layanan Kesehatan
Untuk mendukung koordinasi penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, BPTD Maluku menempatkan personel di Pelabuhan Yos Sudarso dan Pelabuhan Slamet Riyadi. Penempatan ini merupakan bagian dari upaya sinergis dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pelayanan transportasi berjalan lancar dan aman. Sebanyak 167 personel disiagakan di seluruh posko yang tersebar di Maluku.
Langkah ini diambil sesuai arahan Kementerian Perhubungan, yang menunjuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon sebagai koordinator wilayah penyelenggaraan angkutan Lebaran. Hasan Bisri menjelaskan, “Jika ada permasalahan terkait angkutan Lebaran akan dihimpun di KSOP, kemudian disampaikan kepada stakeholder terkait seperti BPTD, Dinas Perhubungan, dan pihak lainnya.”
Selain pengawasan transportasi, BPTD Maluku juga memprioritaskan kesiapan layanan kesehatan bagi para pengguna jasa selama masa Angkutan Lebaran. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk menyediakan layanan kesehatan secara mobile di sejumlah titik strategis. Di Pelabuhan Hunimua, layanan kesehatan tetap juga disiapkan melalui kerja sama dengan puskesmas setempat, memastikan akses kesehatan yang mudah bagi pemudik.
Proyeksi Peningkatan Penumpang Angkutan Lebaran 2026
BPTD Maluku telah memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang angkutan penyeberangan pada Lebaran 2026, dengan perkiraan kenaikan sebesar 4 persen dibandingkan tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada tren pergerakan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya yang berjalan lancar, menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat.
- Pada lintasan Hunimua-Waipirit (PP), jumlah penumpang (PNP) diprediksi naik dari 25.371 orang pada 2025 menjadi 26.385 orang pada 2026. Kendaraan roda dua diperkirakan meningkat dari 12.151 unit menjadi 12.637 unit, sementara kendaraan roda empat dari 4.630 unit menjadi 4.815 unit.
- Di lintasan Waipirit, jumlah penumpang diproyeksikan naik dari 21.376 orang pada 2025 menjadi 22.231 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 11.596 unit menjadi 12.059 unit, dan kendaraan roda empat dari 4.563 unit menjadi 4.745 unit.
- Untuk lintasan Galala, jumlah penumpang diprediksi naik dari 2.357 orang pada 2025 menjadi 2.451 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 1.450 unit menjadi 1.508 unit, serta kendaraan roda empat dari 391 unit menjadi 406 unit.
- Adapun lintasan Namlea, jumlah penumpang diperkirakan meningkat dari 2.024 orang pada 2025 menjadi 2.105 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 1.260 unit menjadi 1.310 unit, dan kendaraan roda empat dari 395 unit menjadi 411 unit.
Sumber: AntaraNews