BPTD Maluku Siapkan Antisipasi Matang untuk Kelancaran Angkutan Lebaran 2026
BPTD Maluku menyusun strategi antisipasi operasional Angkutan Lebaran 2026 pada layanan penyeberangan. Prediksi lonjakan penumpang 4% mendorong persiapan matang demi kelancaran arus mudik dan balik.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku, secara proaktif menyiapkan langkah antisipasi operasional Angkutan Lebaran 2026. Fokus utama persiapan ini adalah pada sektor angkutan penyeberangan di wilayah Maluku.
Kepala BPTD Maluku, Hasan Bisri, menyatakan sejumlah skenario telah disusun. Ini untuk mengatasi potensi antrean serta kepadatan penumpang dan kendaraan di pelabuhan penyeberangan. Langkah-langkah ini bertujuan memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Persiapan dini ini dilakukan mengingat prediksi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.
Strategi Kelancaran Arus Penyeberangan BPTD Maluku
Untuk mengantisipasi antrean baik di dalam maupun di luar area pelabuhan, BPTD Maluku bersama pihak terkait akan menerapkan pengaturan arus lalu lintas secara ketat. Petugas akan mengelola pergerakan kendaraan dan penumpang yang keluar masuk area pelabuhan penyeberangan secara efektif.
Selain itu, proses bongkar muat kapal akan dipercepat guna mengurangi waktu tunggu di dermaga. Rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di luar area pelabuhan jika diperlukan, melibatkan pengelola pelabuhan, operator kapal, kepolisian, TNI, Jasa Raharja, serta dinas perhubungan kabupaten/kota setempat.
Hasan Bisri menambahkan, dalam kondisi padat, penanganan akan dilakukan dengan menambah trip penyeberangan. Apabila terjadi kondisi sangat padat, pengelola pelabuhan dan operator kapal akan mempertimbangkan penambahan armada jika memungkinkan untuk menampung lonjakan volume.
Koordinasi juga akan dilakukan dengan penyelenggara rombongan VIP maupun rombongan ibadah. Pihak pengelola akan menyiapkan jalur dan kapal khusus untuk memastikan kelancaran perjalanan kelompok tersebut, demi kenyamanan seluruh pengguna jasa angkutan.
Proyeksi Peningkatan Penumpang dan Kendaraan pada Angkutan Lebaran 2026
BPTD Kelas II Maluku memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang angkutan penyeberangan pada Lebaran 2026 sebesar empat persen dibandingkan tahun 2025. Prediksi ini menjadi dasar bagi persiapan dan ramp check sarana prasarana pendukung angkutan Lebaran yang telah dimulai.
Pada lintasan Hunimua–Waipirit (PP), jumlah penumpang diproyeksikan naik dari 25.371 orang pada 2025 menjadi 26.385 orang pada 2026. Kendaraan roda dua diperkirakan meningkat dari 12.151 unit menjadi 12.637 unit, sementara kendaraan roda empat dari 4.630 unit menjadi 4.815 unit.
Di lintasan Waipirit, jumlah penumpang tahun 2025 sebanyak 21.376 orang diproyeksikan naik menjadi 22.231 orang pada 2026. Kendaraan roda dua juga diprediksi meningkat dari 11.596 unit menjadi 12.059 unit, dan kendaraan roda empat dari 4.563 unit menjadi 4.745 unit.
Sementara itu, lintasan Galala diperkirakan akan mengalami kenaikan penumpang dari 2.357 orang menjadi 2.451 orang, dengan kendaraan roda dua dari 1.450 unit menjadi 1.508 unit dan roda empat dari 391 unit menjadi 406 unit. Lintasan Namlea juga memprediksi peningkatan penumpang dari 2.024 orang menjadi 2.105 orang, kendaraan roda dua dari 1.260 unit menjadi 1.310 unit, serta kendaraan roda empat dari 395 unit menjadi 411 unit.
Sumber: AntaraNews