Plt Bupati dan DPRD Jatim Tinjau Jalan Rusak Ponorogo, Akses Vital Nyaris Putus Akibat Longsor
Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo bersama DPRD Jatim meninjau kondisi Jalan Rusak Ponorogo yang menghubungkan dua desa, nyaris putus total. Upaya perbaikan segera dilakukan demi kelancaran aktivitas warga.
Jalan penghubung Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, dan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, mengalami kerusakan parah. Kondisi jalan ini nyaris putus total akibat longsor, mengancam akses vital bagi masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo Lisdyarita bersama anggota DPRD Jawa Timur turun langsung meninjau lokasi kerusakan. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan dan berupaya mencari solusi cepat untuk perbaikan jalan yang mendesak.
Peninjauan tersebut dilakukan pada Selasa, 20 Januari, sebagai respons terhadap laporan kerusakan. Pemerintah daerah akan segera membangun jembatan darurat sembari menunggu proses penganggaran untuk perbaikan permanen.
Upaya Penanganan Darurat dan Jangka Panjang Jalan Rusak Ponorogo
Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten sedang mengupayakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dukungan ini diharapkan dapat direalisasikan melalui skema dana bantuan tidak terduga (BTT) untuk pembangunan ulang jembatan yang rusak.
Sembari menunggu proses penganggaran di tingkat provinsi, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Mereka akan segera membangun jembatan darurat yang lebih aman. Hal ini bertujuan agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Miseri Effendi, menegaskan pentingnya penyusunan Detail Engineering Design (DED) oleh Pemkab Ponorogo. DED ini merupakan syarat mutlak untuk pengajuan pembangunan jembatan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar dapat segera diproses.
Miseri Effendi menargetkan DED harus selesai maksimal dalam tiga minggu agar bisa segera diajukan kepada Ibu Gubernur dan dibahas lebih lanjut. Estimasi anggaran pembangunan jembatan tersebut diperkirakan mencapai Rp4 miliar.
Dampak Kerusakan dan Harapan Warga atas Jalan Rusak Ponorogo
Jalan yang rusak parah ini merupakan satu-satunya akses penghubung vital antara Desa Wagir Lor dan Desa Wates. Jika jalur ini terputus total, warga harus menempuh jarak memutar hingga sekitar 20 kilometer untuk menuju pusat kota.
Jarak memutar yang jauh ini tentu akan sangat merepotkan masyarakat, termasuk para pelajar yang hendak berangkat sekolah. Kondisi ini dapat mengganggu kegiatan ekonomi dan pendidikan di kedua desa tersebut.
Salah satu warga Desa Wagir Lor, Gunarto, mengatakan bahwa jembatan tersebut sempat diperbaiki secara darurat setelah longsor pada tahun 2023. Namun, kerusakan kembali terjadi akibat longsor susulan yang memperparah kondisi.
Kondisi jembatan saat ini hampir putus, dan warga akhirnya berinisiatif memperbaiki sendiri semampunya. Mereka berharap agar jembatan tersebut masih bisa dilewati sambil menunggu perbaikan permanen dari pemerintah.
Sumber: AntaraNews