Bupati Jepara Targetkan Jalur Baru Tempur Rampung Empat Pekan, Akses Desa Wisata Segera Pulih

Bupati Jepara Witiarso Utomo menargetkan pembukaan Jalur Baru Tempur Jepara selesai dalam empat pekan mendatang. Langkah ini menjadi solusi vital setelah serangkaian longsor memutus akses utama ke desa wisata tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Jepara Targetkan Jalur Baru Tempur Rampung Empat Pekan, Akses Desa Wisata Segera Pulih
Bupati Jepara Witiarso Utomo menargetkan pembukaan Jalur Baru Tempur Jepara selesai dalam empat pekan mendatang. Langkah ini menjadi solusi vital setelah serangkaian longsor memutus akses utama ke desa wisata tersebut. (AntaraNews)

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyatakan bahwa pembukaan jalur baru menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, ditargetkan rampung dalam empat pekan ke depan. Jalur ini penting untuk memulihkan akses yang terganggu akibat material longsor. Target penyelesaian ini diharapkan dapat segera mengembalikan konektivitas bagi warga dan wisatawan yang hendak menuju desa wisata tersebut.

Keputusan untuk membuka jalur baru ini diambil setelah Desa Tempur mengalami serangkaian bencana longsor yang berulang. Material longsoran telah menimbun badan jalan utama, membuat akses penghubung Dukuh Duplak dengan kawasan di bawahnya tidak dapat dilalui kendaraan. Prioritas utama Pemerintah Kabupaten Jepara saat ini adalah memastikan jalur alternatif tersedia dan aman digunakan.

Witiarso Utomo menekankan pentingnya percepatan pembangunan jalur ini mengingat Desa Tempur merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Pegunungan Muria. Dengan rampungnya jalur baru, diharapkan aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut dapat kembali normal. Upaya ini juga menjadi bagian dari mitigasi bencana jangka panjang untuk wilayah rawan longsor.

Kondisi Terkini dan Dampak Bencana Longsor di Tempur

Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, telah dilanda bencana longsor berulang kali sejak awal Maret 2026. Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Jepara, tercatat sudah lima kali peristiwa longsor terjadi di wilayah tersebut. Dua kejadian longsor terbaru bahkan terjadi secara beruntun pada Jumat (27/3) dan Sabtu (28/3), memperparah kondisi akses jalan.

Longsoran material menutupi badan jalan yang sebelumnya sudah dibersihkan, menyebabkan akses penghubung Dukuh Duplak dengan kawasan di bawahnya kembali terputus. Kondisi ini membuat kendaraan tidak dapat melintas, mengisolasi sebagian warga dan menghambat distribusi logistik. Bupati Witiarso Utomo secara langsung meninjau lokasi longsor untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif.

Selain upaya pembersihan material longsoran, Pemerintah Kabupaten Jepara juga fokus pada solusi jangka panjang berupa pembukaan jalur baru. Hal ini dilakukan untuk menghindari terulangnya masalah aksesibilitas setiap kali terjadi longsor. Kerugian ekonomi akibat terputusnya jalur utama ini cukup signifikan, terutama bagi sektor pariwisata dan pertanian desa.

Progres dan Rencana Pembangunan Jalur Baru Tempur Jepara

Pembukaan Jalur Baru Tempur Jepara yang sedang digarap merupakan rute dari arah Sumanding menuju Tempur atau sebaliknya. Jalur ini memiliki panjang sekitar 6 kilometer dan progres pengerjaannya telah mencapai hampir 5 kilometer. Bupati Witiarso Utomo optimis bahwa jalur baru ini akan rampung dalam waktu sekitar satu bulan atau empat pekan ke depan.

Saat ini, progres pembangunan Jalur Baru Tempur Jepara telah mencapai sekitar 80 persen. "Empat pekan lagi atau sebulanan sudah clear," ujar Bupati Witiarso Utomo, didampingi Kalakhar BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Pemkab Jepara untuk mempercepat penyelesaian proyek vital ini.

Setelah tahap pembukaan jalur selesai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara akan melanjutkan dengan pengerasan badan jalan. Selain itu, penataan saluran air di sepanjang jalur baru Sumanding-Tempur juga akan dilakukan untuk mencegah erosi dan longsor di masa mendatang. Anggaran untuk pekerjaan ini akan dialokasikan melalui APBD Perubahan tahun ini, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menuntaskan proyek ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi