Wagub Jatim Tinjau Lokasi Longsor Trenggalek Ponorogo, Akses Belum Dibuka Penuh
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak meninjau langsung lokasi Longsor Trenggalek Ponorogo di jalur nasional, memastikan penanganan dan mitigasi risiko longsor susulan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, melakukan peninjauan langsung ke lokasi longsor yang terjadi di jalur nasional penghubung Trenggalek–Ponorogo pada Kamis (05/3). Peristiwa ini tepatnya berlokasi di Km 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Longsor ini dipicu oleh runtuhan dua batu besar dari tebing yang menimpa badan jalan.
Akibat insiden tersebut, sebagian struktur jalur nasional mengalami kerusakan signifikan, membuat akses transportasi terganggu. Meskipun satu batu besar telah berhasil dipecah dan dibersihkan oleh petugas gabungan, kondisi jalan masih dinyatakan rawan. Batu kedua yang sempat menggantung juga sudah diamankan.
Emil Dardak menegaskan bahwa akses Trenggalek–Ponorogo belum dapat dibuka sepenuhnya untuk lalu lintas umum. Keputusan ini diambil karena kondisi badan jalan masih rentan terhadap getaran kendaraan dan berpotensi memicu longsor susulan. Prioritas utama adalah memastikan keamanan struktur tanah sebelum jalur kembali difungsikan.
Penanganan Awal dan Kondisi Terkini Jalur Nasional Longsor Trenggalek Ponorogo
Setelah insiden longsor, petugas gabungan segera bergerak cepat untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan. Salah satu batu besar yang menghalangi jalur telah berhasil dipecah dan dipindahkan. Upaya pembersihan ini merupakan langkah awal untuk memulihkan aksesibilitas jalan.
Meskipun demikian, Wakil Gubernur Emil Dardak menekankan bahwa akses Trenggalek–Ponorogo belum dapat langsung dibuka. Kondisi badan jalan masih dinilai rawan dan berisiko tinggi terhadap getaran yang ditimbulkan oleh kendaraan. Hal ini dapat memicu potensi longsor susulan yang membahayakan pengguna jalan.
Tembok penahan yang dibangun pada tahun 2017 terbukti efektif dalam menahan sebagian material longsor, sehingga kerusakan tidak meluas. Struktur tembok penahan ini, meskipun ada beberapa bagian yang gumpil, masih cukup kokoh dan dapat diperbaiki. Peran tembok ini sangat vital dalam meminimalisir dampak longsor.
Upaya Penguatan Struktur dan Rencana Pembukaan Terbatas Akses Longsor Trenggalek Ponorogo
Untuk mengatasi risiko longsor susulan, pemerintah provinsi Jawa Timur telah menyiapkan serangkaian langkah penguatan struktur tanah. Salah satunya adalah pengerahan excavator long arm untuk membersihkan tumpukan material di balik tembok penahan. Hal ini bertujuan agar tembok tersebut kembali memiliki ruang untuk menampung runtuhan batu jika terjadi longsor lagi.
Selain itu, pemerintah juga akan memasang sheet pile baja di bawah bahu jalan sebagai penguatan struktur tanah. Material penguatan ini dikirim dari Mojokerto dan diperkirakan tiba pada Jumat siang. Proses pemasangan sheet pile diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hari.
Setelah penguatan sementara selesai, jalur nasional Trenggalek–Ponorogo direncanakan dapat difungsikan kembali secara terbatas. Sistem buka-tutup akan diterapkan untuk mengurangi getaran kendaraan yang melintas. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan pengguna jalan sambil menunggu perbaikan permanen.
Analisis Geologi dan Mitigasi Longsor Lanjutan di Jalur Trenggalek Ponorogo
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melibatkan para ahli geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) untuk menganalisis kondisi tebing di lokasi longsor. Keterlibatan pakar ini sangat penting untuk memahami karakteristik tanah dan potensi pergerakan di masa mendatang. Analisis awal menunjukkan mahkota longsor mencapai sekitar 147 meter.
Pemetaan detail diperlukan guna mengantisipasi potensi longsor lanjutan yang lebih besar. Untuk mendukung pemetaan ini, tim ahli akan menggunakan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR). Teknologi LiDAR akan membantu mengetahui ketebalan lapisan tanah di bagian atas tebing yang berpotensi runtuh.
Data dari analisis geologi dan pemetaan LiDAR akan menjadi dasar untuk merumuskan strategi mitigasi jangka panjang. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan jalur nasional Trenggalek–Ponorogo secara berkelanjutan. Langkah-langkah preventif akan diterapkan berdasarkan rekomendasi para ahli.
Sumber: AntaraNews