Pernah Tampil Solid, Kesatria Bengawan Solo Resmi Lepas Hengki Infandi Jelang IBL 2026
Kesatria Bengawan Solo melakukan perombakan skuad jelang IBL 2026 dengan melepas Hengki Infandi, salah satu pemain yang pernah tampil solid. Apa alasan di balik keputusan ini?
Klub basket profesional Kesatria Bengawan Solo (KBS) secara resmi mengumumkan pelepasan pemainnya, Hengki Infandi, pada 3 November, sebagai bagian dari strategi perombakan skuad. Keputusan ini diambil menjelang bergulirnya Indonesian Basketball League (IBL) musim 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 10 Januari mendatang. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi klub, @kesatriabengawansolo.
Hengki Infandi menambah daftar panjang pemain yang tidak lagi menjadi bagian dari tim yang bermarkas di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen manajemen Kesatria Bengawan Solo untuk memperkuat tim demi menghadapi persaingan ketat di musim kompetisi mendatang. Klub mengucapkan terima kasih atas kontribusi Hengki selama ini.
Meskipun pernah menjadi opsi serangan tambahan yang solid pada musim perdananya di tahun 2024, cedera berkepanjangan disinyalir menjadi faktor utama di balik keputusan manajemen untuk tidak memperpanjang kontrak Hengki. Kondisi fisik pemain menjadi pertimbangan krusial dalam evaluasi skuad.
Perpisahan dengan Hengki Infandi: Evaluasi Skuad Kesatria Bengawan Solo
Manajemen Kesatria Bengawan Solo telah mengonfirmasi pelepasan Hengki Infandi dari skuad mereka. Keputusan ini merupakan bagian integral dari upaya perombakan tim yang lebih luas, bertujuan untuk meningkatkan performa dan kedalaman skuad menjelang IBL 2026. Hengki, yang sebelumnya menjadi bagian dari skuad awal KBS pada musim 2024, kini harus mencari pelabuhan baru.
Selama musim perdananya bersama Kesatria Bengawan Solo, Hengki Infandi menunjukkan performa yang cukup menjanjikan. Ia tampil dalam 16 pertandingan, termasuk dua penampilan di babak playoff, membuktikan dirinya sebagai opsi serangan tambahan yang berharga. Kontribusinya di lapangan sempat memberikan warna tersendiri bagi tim.
Namun, perjalanan Hengki di musim berikutnya terhambat oleh cedera berkepanjangan yang membuatnya harus menepi sepanjang musim 2025. Kondisi fisik ini menjadi alasan kuat bagi manajemen Kesatria Bengawan Solo untuk tidak memperpanjang kontraknya. Klub memprioritaskan pemain yang dapat berkontribusi secara penuh dan konsisten di lapangan.
Melalui akun Instagram resminya, klub menyampaikan apresiasi, "Terima kasih Hengki Infandi, meski sudah berbeda arah berlabuh, segala kontribusi dan jerih payah selalu tinggal di hati." Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun berpisah, kontribusi Hengki tetap dihargai oleh Kesatria Bengawan Solo.
Jejak Karier dan Statistik Hengki Infandi di IBL
Sebelum bergabung dengan Kesatria Bengawan Solo, Hengki Infandi telah memiliki rekam jejak karier profesional yang cukup panjang di kancah bola basket nasional. Ia mengawali kariernya bersama Garuda Bandung, salah satu tim yang disegani di IBL. Pengalaman ini membentuk fondasi permainannya sebagai seorang atlet profesional.
Selama lima musim sebelum membela Kesatria Bengawan Solo, Hengki memperkuat NSH Jakarta, yang kemudian berganti nama menjadi Mountain Gold Timika. Di klub tersebut, Hengki tampil konsisten dan menjadi salah satu pemain andalan di lini depan. Kemampuan ofensifnya seringkali menjadi tumpuan tim dalam mencetak angka.
Statistiknya menunjukkan kontribusi signifikan. Pada musim IBL 2022, Hengki mencatatkan rata-rata 6,7 poin per laga (ppg), empat rebound per laga (rpg), dan 1,1 assist per laga (apg) dalam 24 pertandingan. Angka-angka ini menunjukkan kemampuannya sebagai pemain serba bisa yang efektif.
Performa Hengki sedikit menurun pada musim 2023, di mana ia menorehkan rata-rata 4,6 ppg, 2,6 rpg, dan satu apg. Meskipun demikian, ia tetap menjadi bagian penting dari rotasi timnya. Konsistensi dalam bermain di level tertinggi menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap atlet.
Strategi Peremajaan Skuad dan Performa Kesatria Bengawan Solo
Kepergian Hengki Infandi merupakan bagian dari serangkaian keputusan evaluasi yang dilakukan Kesatria Bengawan Solo setelah berakhirnya musim 2025. Klub ini sebelumnya telah melepas beberapa pemain lama lainnya sebagai upaya peremajaan skuad. Tujuannya adalah untuk membangun tim yang lebih kompetitif dan siap bersaing di IBL 2026.
Kesatria Bengawan Solo diperkirakan akan segera mencari pengganti di posisi yang ditinggalkan Hengki guna menjaga kedalaman rotasi tim. Proses rekrutmen pemain baru akan menjadi fokus utama manajemen dalam beberapa waktu ke depan untuk memastikan keseimbangan skuad. Pencarian pemain yang tepat sangat krusial untuk mengisi kekosongan ini.
Pada musim 2024, Kesatria Bengawan Solo berhasil menciptakan kejutan di IBL. Di bawah asuhan pelatih Efri Meldi, tim ini mencatatkan 11 kemenangan beruntun di musim reguler dan sukses melaju ke babak playoff. Pencapaian ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh tim asal Solo tersebut.
Namun, performa tim tidak stabil pada musim 2025. Untuk mengatasi hal ini, manajemen mendatangkan Milos Pejic, mantan pelatih tim nasional bola basket Indonesia, sebagai pelatih kepala, dengan Efri Meldi bertindak sebagai asisten. Kombinasi kepelatihan ini berhasil membawa Kesatria Bengawan Solo kembali ke playoff IBL untuk kedua kalinya, meskipun langkah mereka terhenti di putaran pertama fase gugur.
Sumber: AntaraNews