Manajemen Borneo Hornbills secara resmi mengumumkan keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak center veteran Tri Hartanto. Pengumuman ini disampaikan pada 7 Oktober, menandai berakhirnya kebersamaan sang pemain dengan klub untuk menghadapi Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Keputusan penting ini disampaikan langsung oleh manajemen melalui unggahan salam perpisahan di akun media sosial Instagram klub. Langkah strategis ini diambil karena manajemen merasa keberadaan Tri Hartanto tidak lagi sesuai dengan kebutuhan tim.
Pihak klub kini fokus pada peremajaan skuad serta mencari pemain frontcourt yang memiliki kinerja dan durabilitas lebih tinggi. Masa depan Tri Hartanto, yang pernah membela banyak klub IBL, kini menjadi pertanyaan besar di kancah basket nasional.
Advertisement
Advertisement
Performa di Borneo Jauh dari Harapan
Tri Hartanto bergabung dengan Borneo Hornbills pada akhir November 2024, setelah sebelumnya membela Hangtuah Jakarta selama semusim. Saat itu, tim berharap Tri tidak hanya memperkuat sektor dalam pertahanan lawan, tetapi juga menjadi mentor bagi pemain muda.
Namun, sepanjang musim reguler 2025, kontribusi Tri Hartanto dilaporkan jauh dari ekspektasi awal klub. Dia hanya dimainkan dalam 11 laga awal musim, dengan rata-rata waktu bermain hanya 7,3 menit per pertandingan.
Statistiknya menunjukkan rata-rata satu poin per laga (ppg) dan 1,1 rebound per laga (rpg). Angka-angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan penampilannya saat masih di Hangtuah maupun tim-tim sebelumnya.
Advertisement
Sejak akhir April hingga musim berakhir pada Juni 2025, Tri Hartanto bahkan tidak lagi masuk dalam susunan pemain utama. Ia absen dari 10 pertandingan terakhir Borneo Hornbills, mengindikasikan semakin minimnya peran dalam tim.
Advertisement
Jejak Karier Panjang Tri Hartanto di IBL
Karier profesional Tri Hartanto di dunia bola basket dimulai pada tahun 2012 bersama Satya Wacana Salatiga. Sejak saat itu, ia telah menjelajahi berbagai klub di kasta tertinggi basket nasional.
Pada tahun 2014, Tri Hartanto bergabung dengan Pelita Jaya dan bertahan di klub tersebut hingga tahun 2018. Pengalamannya di Pelita Jaya membentuknya menjadi salah satu center senior yang disegani di IBL.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke sejumlah klub IBL lainnya, termasuk NSH Mountain Gold (2018-2019) dan kembali ke Pelita Jaya (2019-2020). Ia juga sempat membela Bali United Basketball Club (2020-2022) dan Evos Thunder Bogor (2022-2023).
Advertisement
Sebelum berlabuh di Borneo Hornbills, Tri Hartanto sempat membela Hangtuah Jakarta pada tahun 2024. Total, ia telah membela delapan klub berbeda sepanjang karier profesionalnya, menunjukkan pengalamannya yang luas.
Advertisement
Masa Depan Sang Veteran di Kancah Basket Nasional
Dengan tidak diperpanjangnya kontrak di Borneo Hornbills, masa depan Tri Hartanto kini masih menjadi tanda tanya besar. Pintu untuk bergabung dengan tim lain di IBL masih terbuka lebar bagi pebasket berusia 36 tahun ini.
Belum ada informasi pasti apakah Tri Hartanto akan mencari klub baru untuk melanjutkan kariernya di IBL. Atau, ia mungkin akan memilih untuk mengakhiri perjalanan panjangnya di kasta tertinggi bola basket nasional.
Sementara itu, Borneo Hornbills sendiri belum mengumumkan pemain baru yang akan mengisi kekosongan posisi center yang ditinggalkan Tri Hartanto. Klub yang bermarkas di GOR Laga Tangkas, Bogor, ini harus segera mencari pengganti yang sesuai.
Advertisement
Keputusan ini menyoroti tren peremajaan skuad yang kerap dilakukan oleh klub-klub IBL. Pemain veteran seperti Tri Hartanto, meskipun memiliki pengalaman, harus terus bersaing dengan talenta muda yang menawarkan durabilitas dan performa yang lebih konsisten.
Sumber: AntaraNews