Peran Vital Kampus: Hetifah Tegaskan Perguruan Tinggi Pencetak SDM Unggul Nasional
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyoroti peran vital kampus sebagai ruang strategis pencetak SDM masa depan bangsa, usai menyerap aspirasi dari 15 perguruan tinggi di Kalimantan Timur.
Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI, menegaskan bahwa kampus memiliki peran krusial sebagai ruang strategis dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan bangsa. Pernyataan ini muncul setelah serangkaian kunjungan kerja ke berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur sepanjang tahun 2025. Ia menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi bukan sekadar tempat belajar, melainkan fondasi penting bagi kemajuan suatu negara.
Dalam kunjungannya, Hetifah menyambangi 15 perguruan tinggi, mulai dari universitas, politeknik, hingga sekolah tinggi, di wilayah Kaltim. Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim yang membidangi sektor pendidikan. Observasi lapangan ini memberikan gambaran langsung mengenai dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh sivitas akademika.
Beragam topik diskusi mengemuka, mulai dari pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran hingga upaya pencegahan kekerasan di lingkungan kampus. Aspirasi yang diserap mencakup kesiapan perguruan tinggi menghadapi era digital serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini menunjukkan kesadaran tinggi kampus di Kaltim terhadap tantangan dan peluang masa depan.
Dinamika Kampus di Kalimantan Timur dan Tantangan Masa Depan
Setiap perguruan tinggi yang dikunjungi Hetifah Sjaifudian menunjukkan dinamika yang unik, namun memiliki benang merah yang sama, yaitu semangat untuk terus berbenah. Sivitas akademika di Kalimantan Timur berupaya agar tetap relevan dengan perubahan zaman yang begitu cepat. Diskusi yang terjadi sangat beragam, mencerminkan kompleksitas isu pendidikan tinggi.
Topik hangat seperti pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk transformasi pembelajaran menjadi fokus utama dalam banyak dialog. Selain itu, upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi juga dibahas secara mendalam. Pembahasan ini menunjukkan komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inovatif.
Penciptaan peluang ekonomi digital bagi mahasiswa turut menjadi perhatian penting, seiring dengan peningkatan mutu dosen dan proses transformasi kelembagaan kampus. Tantangan masa depan yang dihadapi perguruan tinggi di Kaltim sangat disadari oleh seluruh pihak. Mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi sekaligus sikap kritis terhadap kondisi kampus mereka.
Aspirasi Mahasiswa dan Dosen: Kesiapan Kampus Hadapi Era Digital
Mahasiswa secara aktif menyampaikan aspirasi mereka terkait kesiapan kampus dalam menghadapi era digital yang terus berkembang. Mereka juga menyoroti akses terhadap teknologi pembelajaran yang memadai sebagai kunci utama. Kepemimpinan yang responsif dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja menjadi tuntutan utama dari para mahasiswa.
Selain itu, pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan menjadi prioritas yang disampaikan. Aspirasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya fokus pada aspek akademik. Mereka juga peduli terhadap kualitas lingkungan belajar secara keseluruhan.
Dari sisi dosen dan pimpinan perguruan tinggi, aspirasi yang muncul relatif konsisten. Kebutuhan akan penguatan kapasitas SDM dosen menjadi perhatian utama untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Kejelasan jenjang karier dan kesejahteraan dosen juga menjadi harapan besar yang disampaikan kepada pemerintah.
Dukungan riset dan publikasi yang lebih besar sangat dibutuhkan untuk mendorong inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. Perlunya dukungan pemerintah yang lebih besar bagi kampus swasta juga ditekankan agar dapat bersaing. Percepatan proses kelembagaan bagi kampus yang tengah bertransformasi menjadi salah satu aspirasi krusial.
Respons Pemerintah dan Dialog Langsung untuk Kebijakan Kontekstual
Para dosen dan pimpinan perguruan tinggi berharap agar kebijakan pendidikan tinggi tidak hanya berhenti di pusat. Mereka menginginkan kebijakan yang benar-benar berpihak dan kontekstual dengan kondisi kampus di daerah. Keterlibatan pemerintah daerah dan pusat sangat diharapkan dalam perumusan kebijakan.
Hetifah Sjaifudian merasakan kesan sangat positif ketika dialog di beberapa kampus dihadiri langsung oleh para pengambil keputusan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof. Benny Bandanajaya, Direktur Sumber Daya Manusia Prof. Sri Suning, dan Direktur Kelembagaan Prof. Mukhamad Najib turut hadir. Kehadiran mereka memperkaya diskusi secara substantif, menunjukkan komitmen pemerintah.
Kehadiran pejabat tinggi Kemendikbudristek ini memberikan pesan kuat bahwa negara hadir, mendengar, dan membuka ruang dialog langsung dengan sivitas akademika. Respons kampus sangat antusias, dengan aspirasi yang dapat disampaikan tanpa sekat. Banyak pertanyaan teknis dijawab langsung di tempat, mempercepat penyelesaian masalah.
Rangkaian kegiatan ini semakin menegaskan satu hal penting, yaitu perguruan tinggi bukan sekadar institusi pendidikan. Kampus adalah ruang strategis yang vital bagi pembentukan masa depan bangsa. Dialog langsung ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan mendukung pengembangan SDM.
Sumber: AntaraNews