Kemdiktisaintek Pastikan Pendidikan Jadi Pilar Utama Peta Jalan Riset Nasional
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan pentingnya pendidikan sebagai bagian integral dalam Peta Jalan Riset Nasional untuk membangun talenta dan menjawab tantangan bangsa.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara aktif mendorong sektor pendidikan sebagai elemen strategis. Upaya ini dilakukan dalam penyusunan Peta Jalan Riset Nasional yang sedang digagas untuk masa depan bangsa.
Dorongan ini merupakan hasil Focus Group Discussion (FGD) Reviu dan Validasi Peta Jalan Riset Bidang Pendidikan. Diskusi tersebut bertujuan menyempurnakan Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional yang komprehensif.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi penting. Ini untuk pembangunan talenta nasional di berbagai bidang strategis menuju Indonesia 2045.
Pendidikan sebagai Pilar Utama Riset Nasional
Fauzan Adziman menekankan bahwa penyusunan peta jalan riset nasional tidak hanya berfokus pada bidang STEM. Namun, juga mengakomodasi cakupan sosial humaniora yang luas dan penting. Pendidikan ditempatkan sebagai salah satu bidang sosial humaniora yang memiliki peran krusial. Peran ini guna membangun talenta, memperkuat karakter, serta menjawab berbagai tantangan sosial dalam kerangka pembangunan.
“Pendidikan merupakan aspek kunci dalam pembangunan talenta nasional dan menjadi fondasi penting bagi berbagai bidang strategis dalam Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional,” ujar Dirjen Fauzan. Pernyataan ini menunjukkan komitmen untuk tidak hanya berpusat pada STEM. Ini juga memberi ruang kuat bagi bidang sosial humaniora, termasuk ekonomi, bisnis, hukum, dan sosial.
Selain itu, bidang strategis lain seperti ketahanan bencana, lingkungan, dan infrastruktur juga menjadi perhatian. Integrasi pendidikan dalam kerangka riset ini memastikan pendekatan yang holistik. Pendekatan ini untuk kemajuan dan inovasi di Indonesia.
Tiga Fokus Utama Peta Jalan Riset Pendidikan
Tim penyusun bidang pendidikan yang dipimpin oleh Markus Diantoro dari Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (ALPTKI) telah merumuskan fokus utama. Rumusan ini menjadi panduan penting dalam Peta Jalan Riset Pendidikan.
Tiga fokus tersebut mencakup persiapan lulusan pendidikan dasar dan menengah menuju perguruan tinggi. Fokus kedua adalah kesiapan lulusan pendidikan tinggi dalam menghadapi perkembangan dunia kerja yang dinamis. Ketiga, penguatan akses pada pendidikan nonformal untuk pemerataan kesempatan.
Markus Diantoro lebih lanjut menekankan urgensi mendasar dari pendidikan. “Kalau kita bicara bidang-bidang strategis, pada dasarnya yang harus kita bangun adalah manusianya,” ujarnya. Ini menegaskan bahwa keberhasilan teknologi, industri, dan agenda strategis nasional sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.
Sumber daya manusia yang siap, adaptif, serta mampu mengikuti bahkan mendahului perubahan adalah kunci. Oleh karena itu, pendidikan harus berjalan beriringan dan menjadi landasan. Ini untuk penguatan bidang-bidang strategis menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Talenta Unggul
Berbagai pemangku kepentingan turut hadir dalam forum diskusi tersebut. Mereka memberikan masukan penting untuk penyempurnaan Peta Jalan Riset Pendidikan. Masukan ini sangat berharga untuk memastikan relevansi riset.
Masukan tersebut meliputi penguatan kualitas guru, peningkatan literasi dan numerasi di berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, pemetaan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri juga menjadi fokus.
Melalui upaya penyempurnaan yang berkelanjutan ini, Peta Jalan Riset Pendidikan diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi ini penting antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat.
Tujuan akhirnya adalah memastikan bahwa setiap kegiatan riset berkontribusi langsung pada penguatan talenta Indonesia. Ini demi mencapai tujuan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Sumber: AntaraNews