Pemkot Mataram Dorong Batik Mataram Mendunia, Siapkan Produksi Massal dan Kampung Batik
Pemerintah Kota Mataram serius menggarap potensi Batik Mataram untuk menembus pasar internasional, dengan rencana produksi massal dan pembentukan Kampung Batik di enam kecamatan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, secara konsisten mendorong pengembangan batik khas Mataram. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat identitas budaya dan ekonomi daerah melalui inisiatif strategis seperti pembentukan Kampung Batik. Inisiatif ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal hingga merambah kancah internasional.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perinkop UKM) Kota Mataram, Jemmy Nelwan, menyatakan bahwa Batik Mataram kini dipersiapkan untuk diproduksi secara masif. Produksi ini diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar domestik dan global, menandai langkah besar dalam mempromosikan warisan budaya lokal.
Visi Pemkot Mataram tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga mencakup pengenalan Batik Mataram ke panggung dunia. Kolaborasi dengan perancang busana nasional telah dilakukan untuk menampilkan motif kebanggaan Mataram dalam berbagai peragaan busana mancanegara, membuka jalan bagi pengakuan internasional.
Penguatan Identitas Batik Mataram Melalui Kampung Batik
Pemkot Mataram telah mengonsep pembentukan Kampung Batik di enam kecamatan se-Kota Mataram. Konsep ini bertujuan agar setiap kecamatan memiliki pembatik dengan ciri khas tersendiri, memperkaya variasi dan identitas Batik Mataram secara keseluruhan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kreativitas perajin lokal.
Jemmy Nelwan menjelaskan bahwa target ke depan adalah terus menambah jumlah perajin dengan adanya Kampung Batik. Peningkatan jumlah perajin akan memungkinkan produksi yang lebih masif, sehingga identitas lokal Mataram dapat semakin dikenal luas. Ini merupakan strategi jangka panjang untuk keberlanjutan dan pertumbuhan industri batik di Mataram.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Mataram memiliki visi besar untuk mewajibkan penggunaan Batik Mataram sebagai seragam resmi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mataram. Kebijakan ini juga akan diberlakukan untuk instansi vertikal dan BUMN di daerah tersebut. Rencananya, batik ini akan dikenakan pada hari-hari tertentu seperti Kamis atau Jumat, untuk menonjolkan kearifan lokal.
Keunikan Motif dan Proses Produksi Batik Mataram
Batik Mataram yang diproduksi saat ini sebagian besar merupakan batik tulis (handmade) yang dikerjakan secara manual oleh perajin lokal. Proses pembuatannya dimulai dari pendesainan secara digital sebelum dituangkan ke atas kanvas batik di Kantor Dinas Perinkop UKM Kota Mataram. Proses ini menjamin keaslian dan kualitas setiap lembar batik.
Jemmy Nelwan mengungkapkan bahwa karena ini adalah batik tulis dengan pengerjaan manual, dalam satu bulan, empat orang perajin baru dapat menghasilkan sekitar 10 lembar kain. Keterbatasan produksi ini menjadi salah satu alasan pentingnya penambahan jumlah perajin melalui program Kampung Batik.
Ciri khas utama yang menonjol dari Batik Mataram adalah motif Sangkareang, yang merupakan ikon gapura Taman Sangkareang yang berada tepat di samping Kantor Wali Kota Mataram. Motif ini dinilai sangat fleksibel untuk dimodifikasi dengan unsur alam dan ikon kota lainnya, seperti flora dan fauna khas di Kota Mataram khususnya dan NTB secara umum.
Modifikasi desain dapat mencakup daun kangkung, cabai, hingga hewan seperti rusa dan burung koak kaok, yang merupakan burung khas daerah ini. Selain itu, motif Sangkareang juga dapat dipadukan dengan elemen Tugu Mutiara dan Gapura Tembolak yang menjadi ikon Kota Mataram, menciptakan desain yang kaya akan makna lokal.
Strategi Pemasaran dan Kolaborasi Internasional Batik Mataram
Pengembangan Batik Mataram tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada strategi pemasaran yang ambisius. Selain mewajibkan penggunaan batik bagi ASN, Pemkot Mataram juga aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pasar.
Langkah signifikan telah diambil dengan menggandeng perancang busana nasional untuk memperkenalkan Batik Mataram di berbagai peragaan busana mancanegara. Kolaborasi ini menjadi jembatan bagi Batik Mataram untuk dikenal dan diterima di pasar global, menunjukkan potensi besar produk budaya ini.
Dengan adanya dukungan penuh dari Pemkot Mataram dan partisipasi aktif dari perajin, Batik Mataram diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya memperkaya budaya lokal tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan nasional. Upaya ini merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan Mataram sebagai pusat keunggulan batik di Indonesia dan dunia.
Sumber: AntaraNews