Wali Kota Magelang: Batik Bangkitkan Ekonomi Warga, Siap Gelar Festival dengan 10.000 Penari Kolosal!

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono optimis bahwa **Batik Magelang** mampu membangkitkan ekonomi warga, didukung penunjukan sebagai tuan rumah Festival Batik 2025 dan rencana flashmob 10.000 penari.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Magelang: Batik Bangkitkan Ekonomi Warga, Siap Gelar Festival dengan 10.000 Penari Kolosal!
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono optimis bahwa **Batik Magelang** mampu membangkitkan ekonomi warga, didukung penunjukan sebagai tuan rumah Festival Batik 2025 dan rencana flashmob 10.000 penari. (AntaraNews)

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, baru-baru ini menyampaikan keyakinannya terhadap potensi batik sebagai pendorong utama perekonomian lokal. Ia menegaskan bahwa batik tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga memiliki kekuatan signifikan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan di Magelang pada Rabu, menyusul kabar gembira terkait penunjukan Kota Magelang sebagai tuan rumah Festival Batik 2025. Kepercayaan dari pemerintah pusat, melalui Kementerian UMKM, menjadi momentum penting bagi pengembangan industri batik di wilayah tersebut.

Festival Batik ini dijadwalkan berlangsung meriah dari tanggal 22 hingga 26 Oktober 2026, dengan puncak acara berupa flashmob kolosal. Acara tersebut akan melibatkan minimal 10.000 penari yang mengenakan kain batik, menunjukkan komitmen kuat Magelang dalam mempromosikan warisan budaya ini.

Magelang Tuan Rumah Festival Batik Nasional

Kota Magelang telah mendapatkan kehormatan besar dengan ditunjuk oleh Kementerian UMKM untuk menjadi salah satu penyelenggara Festival Batik 2025. Penunjukan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap konsistensi kota dalam mengembangkan usaha mikro dan kecil.

Selain Kota Magelang, dua kota lain yang juga ditunjuk untuk mempromosikan batik nasional adalah Kota Pekalongan dan Kota Malang. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi batik Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

Wali Kota Damar Prasetyono mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat. "Kepercayaan dari pemerintah pusat, melalui Kementerian UMKM ini sungguh luar biasa dan perlu kita apresiasi bersama," ujarnya, menekankan pentingnya dukungan ini bagi kemajuan daerah.

Potensi Batik sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

Damar Prasetyono meyakini bahwa industri batik memiliki potensi besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, konsistensi Kota Magelang dalam mendorong usaha mikro dan kecil di daerah tersebut adalah kunci keberhasilan.

Ia mencontohkan bagaimana di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, batik telah menjadi industri yang sangat vital. Industri ini mampu menopang pertumbuhan ekonomi secara signifikan, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

"Jadi kalau industri batik ini betul-betul kita dorong, betul-betul kita fokus insyaallah memberi dampak positif," kata Damar. Ia menambahkan bahwa batik merupakan seni dan budaya yang harus terus dilestarikan, sekaligus dimanfaatkan potensinya secara ekonomi.

Flashmob Kolosal: Puncak Perayaan dan Pelestarian Budaya

Sebagai bagian dari rangkaian Festival Batik 2025, sebuah flashmob kolosal akan diselenggarakan pada 26 Oktober 2026. Acara ini dirancang untuk menjadi puncak perayaan sekaligus upaya pelestarian budaya batik secara massal.

Flashmob tersebut menargetkan minimal 10.000 orang penari yang akan mengenakan kain batik. Peserta akan berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk ASN, TNI, Polri, guru, pelajar, komunitas olahraga, kalangan akademisi, dan masyarakat umum.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap batik. Melalui partisipasi aktif, budaya batik akan semakin mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan dan persatuan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi