Pengakuan Bu RT Saat Polisi Gerebek Rumah Pembunuh Kepala Cabang Bank
Bu RT ungkap detik-detik polisi gerebek rumah di Johar Baru yang dihuni pembunuh kepala cabang bank.
Siang itu, Kamis (21/8), suasana di Jalan Johar Baru 3, No 42 RT 005/ RW 09, Jakarta Pusat, tampak biasa saja.
Rumah bercat merah bata dengan pagar besi mengkilap berdiri tenang, seolah tak menyimpan rahasia apa pun.
Namun, siapa sangka, rumah itulah yang kemudian menjadi sasaran penggerebekan aparat Polda Metro Jaya.
Sejumlah penghuninya diduga terlibat dalam kasus penculikan disertai pembunuhan kepala cabang sebuah bank di Jakarta Timur, berinisial IP.
Tersentak Ketika Santap Ayam Geprek
Ketua RT 005, Sella, masih ingat betul detik-detik menjelang penggerebekan. Ia tengah asyik menyantap ayam geprek ketika seseorang mengetuk pintu rumahnya.
“Assalamualaikum Pak RT, Pak RT,” panggil seorang pria dengan nada tergesa-gesa.
Sella sempat bingung. Suara itu terdengar mendesak, seakan membawa kabar genting. Ia pun menjawab, “Di sini RT-nya ibu.”
Pria itu, yang ternyata seorang polisi, langsung menyampaikan maksud kedatangannya. Ia meminta Sella menemani masuk ke rumah yang berdiri persis di samping.
“Bu izin bu, anter saya ke sebelah, saya mau masuk rumah itu,” katanya singkat.
Sella tertegun. “Ada apa, Pak?” tanyanya penasaran.
Jawaban sang polisi membuatnya terkejut.
“Ibu nggak tahu ya tadi ada penggerebekan?”
Wajah-Wajah yang Tak Dikenal
Sella akhirnya ikut masuk bersama tujuh anggota polisi. Begitu pintu terbuka, ia menemukan sejumlah orang yang asing baginya.
Salah satunya seorang wanita berinisial M. Belakangan, diketahui ia adalah istri salah satu tersangka.
“Pas masuk, ketemulah istri salah satu tersangka,” kata Sella.
M mengaku tak tahu apa-apa soal pekerjaan suaminya. Pagi itu, ia hanya bisa pasrah ketika suaminya digelandang polisi saat masih tertidur.
Sella pun sempat menegur karena M tak pernah melapor sejak menempati rumah itu. Padahal, rumah yang sebelumnya kosong hampir setahun itu baru mereka huni sejak 20 Juni 2025.
“Saya baru mau dua hari ini. Mau pindah ke sini, barang dicicil pakai motor,” ungkap M.
Dua Kali Operasi dalam Satu Hari
Penggerebekan rupanya tidak hanya sekali. Ketua RW 09, Rizal, menyebut aparat Polda Metro Jaya melakukan operasi dua kali dalam sehari.
“Operasi pertama jam 10 pagi, Kamis 21 Agustus. Terus jam 2 siang ada operasi kedua,” jelasnya.
Menurut Rizal, operasi pertama berlangsung senyap, tanpa banyak yang mengetahui.
“Mungkin bagian dari taktik kepolisian. Kita enggak ngerti,” katanya.