Penerbangan Umrah Jeddah–Makassar Berlangsung Normal, Wamenhaj Minta Penundaan
Minggus mengatakan melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah stakeholder, termasuk maskapai.
PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyebut memastikan penerbangan rute Makassar-Jeddah atau sebaliknya masih berjalan dengan normal.
Sebelumnya Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Azhar Simanjuntak mengimbau kepada masyarakat untuk menunda keberangkatan ibadah umrah di tengah eskalasi di Timur Tengah meningkat akibat Perang Iran dengan Israel- Amerika Serikat.
General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menjelaskan berdasarkan data pada 1 Meret 2026, penerbangan kedatangan rute Jeddah–Makassar yang dilayani oleh maskapai Lion Air berlangsung dengan aman dan lancar. Ia mennyebut setidaknya ada total 386 penumpang.
"Selanjutnya, pada hari ini ada penerbangan keberangkatan Makassar–Jeddah yang dilayani oleh maskapai Flyadeal juga tercatat berstatus on schedule dengan jumlah 79 penumpang. Hingga saat ini, belum terdapat penerbangan yang terdampak untuk rute Timur Tengah, khususnya Jeddah dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Senin (2/3).
Koordinasi Intensif
Minggus mengatakan melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah stakeholder, termasuk maskapai dan juga otoritas penerbangan. Ia berharap dengan koordinasi tersebut diharapkan kelancaran operasional serta mengantisipasi perkembangan situasi secara berkala.
"Kami terus melakukan pemantauan secara aktif terhadap perkembangan global yang berpotensi berdampak pada operasional penerbangan. Tapi hingga saat ini operasional dan layanan penerbangan rute Jeddah dari dan menuju Makassar tetap berjalan normal," tegasnya.
Minggu juga mengimbau kepada calon penumpang Internasional untuk terus memantau perkembangan yang terjadi di Timur Tengah melalui maskapai masing-masing.
358 Orang Jemaah Umrah
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel Ikbal Ismail mengatakan saat ini masih ada 358 orang jemaah umrah asal Sulsel masih berada di Arab Saudi. Ikbal menegaskan keberadaan mereka di Jeddah, Arab Saudi karena masih menjalani ibadah umrah.
"Berdasarkan data Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus) ada 358 orang jemaah umrah yang masih di sana. Mereka masih menjalankan rutinitas ibadahnya dan belum jadwalnya balik (ke Makassar)," kata dia.
Mantan Kepala Bidang Pelaksanaan Haji dan Umrah Kementerian Agama Sulsel ini mengaku belum menerima laporan adanya jemaah umrah asal Sulsel yang terkena dampak perang Iran dengan Israel serta Amerika Serikat.
"Penerbangan langsung dari Jeddah ke Makassar saya lihat tidak ada masalah. Jadi masalah, kalau pesawatnya yang transit seperti ke Qatar, Kuwait, atau negara Timur Tengah lainnya," bebernya.
Ikbal berharap travel haji dan umrah bisa menunda keberangkatan jemaahnya ke Arab Saudi di saat eskalasi di Timur Tengah meningkat. Apalagi, sudah ada imbauan dari Wamenhaj Dahniel Azhar Simanjuntak.
"Sesuai dengan arahan pak wamen, pemberangkatannya diharapkan untuk menunda dulu sampai kondisi di Timur Tengah normal kembali," ucapnya.