Jemaah Umrah Indonesia Terdampak Perang Amerika-Israel Vs Iran, Begini Nasibnya
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk tiga tim yang beroperasi dalam tiga shift dan ditempatkan di tiga lokasi bandara.u
Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah mitigasi untuk melindungi jemaah umrah yang berada di Arab Saudi menyusul penutupan ruang udara di beberapa negara di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk tiga tim yang beroperasi dalam tiga shift dan ditempatkan di tiga lokasi bandara.
"KUH (Kantor Urusan Haji) telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jamaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan," ujar Muhammad Ilham Effendy, staf teknis KUH Jeddah, dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu (3/1).
Menurut laporan dari Antara, beberapa negara tetangga Arab Saudi seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah telah menutup ruang udara bagi penerbangan masuk dan keluar, menyusul situasi keamanan yang memburuk di kawasan tersebut.
Sementara itu, Arab Saudi, bersama Oman, Yordania, dan Lebanon, masih menjalankan penerbangan secara terbatas dengan pengawasan yang ketat, sesuai dengan perkembangan situasi yang ada. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keadaan di dalam Arab Saudi saat ini tetap aman dan terkendali.
Aktivitas masyarakat berjalan normal, meskipun ada peningkatan kewaspadaan yang sesuai dengan standar keamanan yang berlaku. Untuk mengurangi risiko keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jamaah umrah terjebak di bandara, Kantor Urusan Haji Jeddah melakukan koordinasi intensif dengan pihak berwenang setempat dan maskapai penerbangan.
Komunikasi dengan Maskapai
KUH Jeddah aktif melakukan komunikasi dengan maskapai, penyelenggara perjalanan, dan syarikah untuk menemukan solusi bagi jamaah yang mengalami penundaan kepulangan akibat pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan. KBRI Riyadh juga mengimbau kepada WNI di Arab Saudi untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat serta perwakilan RI.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya terus melakukan koordinasi guna memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah tetap terjaga. Selain itu, mereka juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, sehingga dapat menghindari kebingungan yang tidak perlu.
Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Timur Tengah Terganggu
Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Aziz Fahmi Harahap, menginformasikan bahwa sejumlah penerbangan menuju Timur Tengah mengalami pembatalan dan penundaan akibat penutupan wilayah udara di beberapa negara di kawasan tersebut. Penerbangan yang terdampak antara lain adalah Etihad Airways (EY472) yang menuju Abu Dhabi, Qatar Airways (QR954 dan QR957) yang menuju Doha, Emirates (EK357) yang menuju Dubai, serta Garuda Indonesia (GA900) yang juga menuju Doha.
"Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta berstatus cancel," seperti yang dilansir dari Antara pada Minggu (1/3).
Ia menambahkan bahwa pihak bandara telah melakukan penanganan terhadap penumpang yang terdampak sesuai dengan prosedur yang berlaku, mulai dari pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi hingga melakukan koordinasi dengan maskapai untuk akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.
"Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif," jelas Aziz.
Ia juga menekankan bahwa operasional penerbangan di Bandara Soetta, khususnya untuk rute internasional lainnya, tetap berjalan dengan aman dan lancar. Manajemen bandara memastikan bahwa seluruh layanan kepada penumpang terus berlangsung secara optimal, baik dalam proses keberangkatan maupun kedatangan.