Pemprov Sulbar Kukuhkan Gerakan Sulbar Mandarras, Perkuat Literasi dan SDM Unggul
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat resmi mengesahkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Gerakan Sulbar Mandarras, sebuah inisiatif ambisius untuk meningkatkan budaya literasi dan kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) telah mengambil langkah signifikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pengesahan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 7 Tahun 2026. Regulasi ini secara resmi membudayakan Gemar Membaca lewat Gerakan Sulbar Masyarakat Mandar Cerdas dan Literat, disingkat Gerakan Sulbar Mandarras. Kebijakan ini diresmikan di Mamuju pada Senin, 16 Maret 2026, menandai komitmen serius Pemprov dalam membangun masyarakat berpengetahuan.
Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyatakan bahwa kebijakan Gerakan Sulbar Mandarras adalah bagian integral dari visi Pemprov untuk menciptakan masyarakat yang maju serta berdaya saing. Inisiatif ini berfokus pada penguatan budaya literasi melalui program membaca yang terencana, terukur, dan berkelanjutan di seluruh penjuru provinsi.
Peningkatan literasi masyarakat menjadi fondasi krusial bagi pembangunan SDM berkualitas, sebagaimana ditekankan oleh Gubernur Suhardi Duka. Melalui gerakan ini, Pemprov Sulbar mendorong partisipasi aktif dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga komunitas literasi, untuk bersama-sama mewujudkan tujuan tersebut.
Landasan Hukum dan Visi Pembangunan Daerah
Peraturan Gubernur Nomor 7 Tahun 2026 ini dirancang sebagai landasan hukum yang kokoh untuk memperkuat gerakan literasi di Sulawesi Barat secara terstruktur dan berkelanjutan. Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Sulbar, Suhendra, menjelaskan bahwa regulasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman bagi perangkat daerah. Namun, juga membuka peluang kolaborasi yang luas antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam membangun budaya membaca.
Suhendra menambahkan, “Peraturan gubernur ini menjadi instrumen kebijakan yang penting untuk memastikan gerakan literasi di Sulbar berjalan secara sistematis dan terintegrasi. Melalui Gerakan Sulbar Mandarras, pemerintah daerah ingin membangun ekosistem literasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya. Keberadaan regulasi ini diharapkan mampu memperkuat implementasi program pembangunan daerah.
Kebijakan ini juga selaras dengan arah pembangunan daerah yang tercantum dalam konsep Panca Daya, khususnya dalam upaya memperkuat daya saing sumber daya manusia dan pendidikan. Pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan menjadi pilar utama yang ingin dicapai melalui Gerakan Sulbar Mandarras ini.
Program Strategis Penguatan Literasi di Berbagai Sektor
Gerakan Sulbar Mandarras mencakup serangkaian program strategis yang dirancang untuk mencapai tujuan peningkatan literasi secara komprehensif. Program-program tersebut meliputi penyelenggaraan gerakan literasi di berbagai satuan pendidikan, serta pembinaan budaya membaca yang intensif di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Selain itu, inisiatif ini juga berfokus pada peningkatan promosi dan pemanfaatan perpustakaan yang ada di wilayah Sulawesi Barat. Penguatan kelembagaan gerakan literasi di daerah juga menjadi prioritas, memastikan adanya dukungan struktural yang memadai untuk keberlanjutan program.
Pemerintah daerah juga memfasilitasi penyediaan sarana literasi yang beragam dan mudah diakses oleh masyarakat. Fasilitas tersebut mencakup taman baca masyarakat, perpustakaan umum dan keliling, perpustakaan digital, hingga berbagai fasilitas pendukung kegiatan literasi lainnya. Gubernur Suhardi Duka juga mengharapkan pembentukan Rumah Mandarras di tingkat desa dan kelurahan sebagai pusat kegiatan literasi masyarakat.
Sinergi dan Harapan untuk Masa Depan Literat
Pemprov Sulbar secara aktif mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penuh implementasi Gerakan Sulbar Mandarras. Ajakan ini ditujukan kepada pemerintah kabupaten, seluruh satuan pendidikan, komunitas literasi, dan masyarakat luas. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih besar dan merata.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya membaca sejak dini di kalangan masyarakat. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan yang berkualitas, serta menghadirkan ruang literasi yang inklusif di berbagai wilayah.
Pada akhirnya, Gerakan Sulbar Mandarras diharapkan dapat memperkuat fondasi pembangunan daerah yang berbasis pengetahuan dan literasi. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat Sulawesi Barat yang cerdas, berdaya saing, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
Sumber: AntaraNews