Literasi Bukan Sekadar Baca Tulis, Sumatera Barat Peringkat 4 Nasional Indeks Pembangunan Literasi

Gubernur Sumbar tegaskan literasi lebih dari sekadar baca tulis, kunci hidup lebih baik. Bagaimana Sumatera Barat bisa mencapai peringkat 4 nasional dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Literasi Bukan Sekadar Baca Tulis, Sumatera Barat Peringkat 4 Nasional Indeks Pembangunan Literasi
Gubernur Sumbar tegaskan literasi lebih dari sekadar baca tulis, kunci hidup lebih baik. Bagaimana Sumatera Barat bisa mencapai peringkat 4 nasional dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat? (Merdeka.com)

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Asharullah, menegaskan bahwa literasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi adalah fondasi penting untuk memahami, menilai, dan memanfaatkan informasi secara efektif demi kehidupan yang lebih berkualitas.

Pernyataan ini disampaikan Mahyeldi saat membuka Festival Literasi Daerah 2025 tingkat Provinsi Sumatera Barat yang diselenggarakan di halaman Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumbar. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk menggalakkan kesadaran akan pentingnya literasi di tengah masyarakat.

Festival ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, dan inovatif, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Barat. Berbagai kegiatan dan lomba disiapkan untuk menarik minat masyarakat dalam berliterasi, dari anak-anak hingga dewasa.

Mahyeldi Asharullah menekankan bahwa literasi merupakan kunci utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Ia menyebutkan, "Literasi adalah kunci utama untuk membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, dan inovatif. Sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia, literasi bukan hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan untuk berpikir kritis, memahami informasi, serta beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin cepat."

Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan literasi karena literasi menjadi dasar bagi hampir semua aspek kehidupan modern. Festival Literasi Daerah adalah salah satu bentuk nyata dukungan tersebut, yang diharapkan dapat menjadi katalisator perubahan positif.

Kegiatan ini dirancang untuk tidak hanya meningkatkan kemampuan dasar membaca dan menulis, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis dan adaptasi terhadap informasi yang terus berkembang. Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mengedepankan kualitas sumber daya manusia.

Bunda Literasi Sumbar, Harneli Bahar, mengungkapkan bahwa Festival Literasi Daerah menjadi ruang yang luar biasa untuk menumbuhkan minat literasi di tengah masyarakat. Berbagai lomba inovatif diselenggarakan, seperti resensi buku, lomba perpustakaan desa/nagari, dan pembuatan video konten berbasis kearifan lokal.

Harneli menjelaskan, "Ini menjadi bukti bahwa di perpustakaan, kita tidak hanya membudayakan membaca, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menulis, berdialog, berkreasi dan berbagi ide." Inisiatif ini menunjukkan bahwa literasi adalah proses interaktif yang melibatkan berbagai bentuk ekspresi.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, dan komunitas, untuk berperan aktif dalam memajukan literasi. Literasi, menurutnya, tidak hanya tumbuh di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan rumah, komunitas, bahkan di dunia digital. Pentingnya peran orang tua dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak dini juga ditekankan, dengan menjadikan buku sebagai teman anak-anak.

Festival ini diharapkan menjadi wadah bagi komunitas literasi, pelajar, guru, dan masyarakat umum untuk berpartisipasi aktif dalam memajukan budaya literasi. Melalui kegiatan ini, kekayaan budaya dan kearifan lokal juga dapat dilestarikan dan diperkenalkan.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Sumbar, Jumaidi, menyampaikan bahwa festival ini bertujuan menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan generasi gemar membaca, menulis, dan berkreasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pembangunan daerah secara keseluruhan.

Jumaidi juga memaparkan data peningkatan nilai Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Provinsi Sumatera Barat yang konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan keberhasilan program literasi yang telah dijalankan.

  • Nilai TGM Provinsi Sumatera Barat:
    • Tahun 2023: 68,46
    • Tahun 2024: 73,30
  • Tahun 2023: 77,31
  • Tahun 2024: 82,47

Pencapaian ini menempatkan Sumatera Barat pada posisi yang membanggakan di tingkat nasional. Jumaidi menyebutkan, "Nilai itu mendudukkan Sumbar pada peringkat 8 nasional untuk nilai TGM, dan Peringkat 4 Nasional untuk nilai IPLM." Ini merupakan bukti nyata dari komitmen dan kerja keras semua pihak dalam memajukan literasi di Sumatera Barat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi