Pemkot Serang Matangkan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Taktakan
Pemerintah Kota Serang serius mematangkan lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat, mengalihkan lokasi ke Kecamatan Taktakan demi efisiensi anggaran dan lingkungan kondusif bagi anak kurang mampu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Provinsi Banten, terus mematangkan rencana penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Langkah ini krusial untuk memastikan proyek strategis hasil sinergi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut dapat berjalan lancar tanpa kendala lingkungan di masa depan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, menjelaskan bahwa Pemkot Serang kini mengkaji pengalihan lokasi ke Kecamatan Taktakan. Pengalihan ini bertujuan menjamin efisiensi anggaran dan kelayakan teknis, setelah lokasi sebelumnya dinilai kurang ideal.
Faktor keselamatan peserta didik dan efektivitas anggaran menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah dalam finalisasi lahan ini. Pemkot Serang menargetkan seluruh proses administrasi dan pematangan lahan dapat rampung tepat waktu, sehingga pembangunan fisik bisa dimulai pada Oktober 2026.
Pengalihan Lokasi Demi Efisiensi Anggaran dan Keamanan
Sebelumnya, kawasan Sawah Luhur di Kecamatan Kasemen sempat menjadi opsi utama lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Namun, evaluasi teknis menunjukkan bahwa lokasi tersebut memiliki kontur tanah yang rendah dan potensi banjir.
Kondisi ini akan memerlukan biaya pengurugan tanah yang sangat tinggi, diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah, jika pembangunan tetap dilakukan di Sawah Luhur. Pertimbangan ini menjadi alasan kuat bagi Pemkot Serang untuk mencari alternatif lokasi.
Nanang Saefudin menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin membangun sekolah di kawasan rawan bencana demi keselamatan anak-anak. Pengalaman hujan deras sebelumnya menunjukkan Sawah Luhur rentan terdampak banjir, sehingga lokasi tersebut dinilai berisiko bagi peserta didik.
Kelurahan Sayar, Taktakan: Lokasi Ideal Pembangunan Sekolah Rakyat
Sebagai solusi, Pemkot Serang kini memfokuskan pematangan lahan seluas delapan hektare milik negara di Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan. Lokasi baru ini dinilai lebih efisien karena memiliki kontur perbukitan yang hanya membutuhkan proses perataan (cut and fill).
Dengan demikian, anggaran daerah dapat lebih dioptimalkan untuk fasilitas pendidikan daripada rekayasa lahan yang mahal. Lingkungan di Sayar yang tenang dan asri juga sangat mendukung konsep asrama atau boarding school, yang sejalan dengan tujuan menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Lahan di Kelurahan Sayar juga relatif lebih aman dari potensi bencana banjir dan jauh dari permukiman padat. Luas lahan 8 hektare ini dinilai cukup memenuhi kebutuhan minimal pembangunan Sekolah Rakyat yang memerlukan area antara 6,5 hingga 10 hektare.
Meningkatkan IPM Melalui Pendidikan Berkualitas
Sekolah Rakyat dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Serang. Selain menyediakan pendidikan gratis, sekolah ini juga akan menanggung biaya asrama dan kebutuhan hidup siswa.
Program ini merupakan sinergi antara Pemkot Serang dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan disebut-sebut sebagai program andalan Presiden Prabowo Subianto. Tujuan utamanya adalah mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut melalui akses pendidikan yang merata dan berkualitas.
Pemkot Serang menargetkan seluruh proses administrasi, perizinan, dan pematangan lahan dapat rampung tepat waktu. Dengan demikian, pembangunan fisik Sekolah Rakyat dapat dimulai sesuai jadwal yang direncanakan pada Oktober 2026.
Sumber: AntaraNews