Pemkot Mataram Perketat Pengawasan Gelandangan Pengemis Jelang Lebaran Idul Fitri
Pemerintah Kota Mataram meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas gelandangan pengemis menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah untuk menjaga ketertiban umum dan kenyamanan warga.
Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah proaktif dengan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak jalanan, gelandangan, dan pengemis. Peningkatan pengawasan ini dilakukan menjelang perayaan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah setempat. Kebijakan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi peningkatan jumlah mereka yang kerap terjadi mendekati hari raya besar.
Asisten I Sekda Kota Mataram, Lalu Martawang, menjelaskan bahwa tim dari Dinas Sosial telah diminta untuk mengintensifkan pemantauan. Hal ini dilakukan agar keberadaan kelompok tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang sedang mempersiapkan Lebaran di Kota Mataram. Fokus pengawasan mencakup berbagai lokasi strategis yang sering menjadi tempat berkumpulnya mereka.
Kecenderungan peningkatan jumlah anak jalanan, gelandangan, dan pengemis di sejumlah titik keramaian Kota Mataram menjelang Idul Fitri menjadi perhatian serius pemerintah kota. Kondisi ini dianggap dapat mengganggu estetika kota serta kenyamanan warga yang sedang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dan persiapan Lebaran. Oleh karena itu, langkah tegas perlu diambil untuk menjaga kondusivitas.
Antisipasi Peningkatan Aktivitas Gelandangan Pengemis
Pemerintah Kota Mataram menyoroti adanya peningkatan jumlah anak jalanan, gelandangan, dan pengemis yang beraktivitas di berbagai lokasi strategis. Mereka kerap terlihat di trotoar, lampu pengatur lalu lintas, dan pusat-pusat keramaian kota. Kehadiran mereka bersifat temporer, namun dapat menimbulkan kesan kurang tertib di mata masyarakat dan wisatawan.
Kondisi ini menjadi perhatian utama karena dianggap mengganggu estetika kota yang bersih dan rapi. Selain itu, keberadaan mereka juga berpotensi mengurangi kenyamanan warga yang sedang berbelanja atau beraktivitas sosial. Terlebih lagi, di bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri, masyarakat membutuhkan suasana yang tenang dan kondusif untuk beribadah serta mempersiapkan perayaan.
Peningkatan aktivitas ini seringkali diiringi dengan berbagai modus operandi yang dapat meresahkan. Oleh karena itu, Pemkot Mataram merasa perlu untuk bertindak cepat dan terkoordinasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa perayaan Lebaran dapat berjalan lancar tanpa gangguan yang berarti dari kelompok ini.
Dugaan Mobilisasi dan Langkah Penanganan
Salah satu aspek yang menjadi perhatian khusus Pemkot Mataram adalah adanya dugaan mobilisasi gelandangan dan pengemis dari luar wilayah ke dalam kota. Indikasi ini muncul dari temuan di lapangan yang menunjukkan bahwa banyak dari mereka berasal dari daerah lain. Fenomena mobilisasi ini mempersulit upaya penanganan jika tidak diidentifikasi secara mendalam.
Untuk meminimalkan gangguan ketertiban umum, beberapa langkah koordinasi telah disiapkan oleh Pemkot Mataram. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi karakter secara mendalam, karena setiap kelompok memiliki karakteristik penanganan yang berbeda. Pendekatan yang seragam tidak akan efektif untuk mengatasi masalah yang kompleks ini.
Selain itu, Dinas Sosial diperintahkan untuk menggencarkan pemantauan di lapangan melalui tim khusus yang dibentuk. Tim ini bertugas untuk memetakan pangkalan mereka di sejumlah tempat, terutama pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Pemetaan ini penting untuk melakukan penindakan yang tepat sasaran dan mencegah mereka kembali beraktivitas di lokasi yang sama.
Komitmen Pemkot Mataram Jaga Kondusivitas
Pemerintah Kota Mataram berkomitmen penuh untuk mengambil langkah tegas di lapangan guna memastikan kota tetap kondusif. Upaya ini akan terus dilakukan hingga perayaan Lebaran mendatang. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh warga.
Lalu Martawang menegaskan bahwa penanganan gelandangan dan pengemis tidak bisa dipukul rata. Diperlukan pendekatan yang berbeda sesuai dengan karakteristik masing-masing individu atau kelompok. Hal ini mencakup upaya rehabilitasi dan pembinaan bagi mereka yang memang membutuhkan bantuan sosial.
Melalui koordinasi yang erat antara Dinas Sosial dan pihak terkait lainnya, Pemkot Mataram berharap dapat menekan angka gelandangan dan pengemis. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang. Pengawasan ketat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Mataram dalam menjaga ketertiban dan kesejahteraan sosial.
Sumber: AntaraNews