Pemkab Situbondo Gelar Doa Bersama, Ikhtiar Keselamatan dari Bencana
Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar doa bersama untuk keselamatan daerah dari bencana alam dan penguatan persatuan masyarakat. Kegiatan doa bersama Situbondo ini menjadi ikhtiar batin agar Situbondo senantiasa dijauhkan dari musibah.
Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, baru-baru ini menggelar acara doa bersama. Kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk memohon keselamatan daerah dari potensi bencana alam. Selain itu, doa bersama juga bertujuan untuk memperkuat persatuan masyarakat di wilayah tersebut.
Acara doa bersama yang berlangsung di Pendopo Pate Alos Besuki ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparatur sipil negara (ASN) setempat turut serta dalam kegiatan spiritual ini.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menyampaikan bahwa doa bersama adalah upaya batin. Hal ini dilakukan agar Situbondo senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari bencana, dan diberikan kelancaran dalam pembangunan serta pelayanan publik.
Ikhtiar Spiritual dan Pembangunan Daerah
Wakil Bupati Ulfiyah menjelaskan bahwa doa bersama merupakan bagian dari pendekatan spiritual pemerintah daerah. Pendekatan ini mengiringi kerja-kerja pembangunan yang sedang dan akan terus dilakukan. Dengan demikian, setiap program dan layanan publik diharapkan berjalan lancar serta membawa kemaslahatan bagi seluruh warga Situbondo.
Ulfiyah juga menekankan pentingnya merawat nilai-nilai religius dan kebersamaan di Situbondo. Hal ini menjadi krusial di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Mempertahankan nilai-nilai luhur tersebut dapat menjadi fondasi kuat bagi ketahanan sosial daerah.
Melalui momentum doa bersama, pemerintah daerah berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat. Sinergi ini penting untuk menjaga kondusivitas daerah. Kolaborasi yang harmonis akan mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan damai.
Memperkuat Persatuan dan Akhlak Sosial
Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Faizin Situbondo, KH Muhammad Ali Makki Bukhori, turut memberikan pesan penting. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan doa bersama sebagai sarana muhasabah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang penguatan akhlak sosial.
Menurut Kiai Muhammad Ali Makki Bukhori, persaudaraan dan kepedulian antar sesama merupakan kunci utama. Nilai-nilai ini sangat penting untuk menjaga Situbondo agar tetap rukun dan damai. Keharmonisan sosial akan tercipta jika setiap individu saling menghargai dan membantu.
Lebih lanjut, Kiai Muhammad Ali Makki Bukhori menegaskan bahwa doa ini bukan hanya untuk satu hari saja. Doa bersama ini harus menjadi pengingat agar masyarakat terus menjaga persatuan. Selain itu, penting juga untuk saling menolong dan berkhidmat demi kemaslahatan umat.
Sumber: AntaraNews